Rumah Bhinneka Hadirkan Wacana Keberagaman di Ngobras Pro1

  • 13 Agt 2026 05:37 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID,Surabaya - Program Ngobras Pro1 RRI Surabaya menghadirkan Rumah Bhinneka, komunitas yang peduli terhadap keberagaman dan nilai-nilai kebangsaan, Rabu 12 Agustus 2026. Kehadiran Rumah Bhinneka memberikan wacana sekaligus ruang dialog kepada pendengar mengenai pentingnya merawat keberagaman di tengah kehidupan masyarakat Indonesia.

Acara yang dipandu Joe Adi Yuanda berlangsung interaktif. Pendengar tidak hanya menyimak pembahasan di studio, tetapi juga diberi kesempatan bergabung melalui sambungan telepon untuk menyampaikan pandangan maupun pertanyaan terkait isu keberagaman dan kehidupan kebangsaan.

Dalam dialog tersebut, perwakilan Rumah Bhinneka, di antaranya Felly Pontoh dan M. Fathur Rahman, menjelaskan bahwa Rumah Bhinneka merupakan wadah terbuka untuk berdiskusi berdasarkan pengetahuan. Saat ini, Rumah Bhinneka membangun jejaring dengan sekitar 70 perguruan tinggi dan 72 komunitas. “Semua isu boleh dibahas, termasuk isu yang dianggap sensitif, tetapi kita harus memahami pengetahuannya terlebih dahulu, membaca, mendengar, melihat, kemudian berdiskusi,” ungkap Felly.

Pembahasan juga menyentuh bagaimana masyarakat menyikapi isu-isu sensitif, termasuk LGBT. Rumah Bhinneka menekankan pentingnya memisahkan antara identitas seseorang sebagai manusia dengan perilaku yang dilakukan. “Kami tidak menolak, tidak menghakimi, dan tidak membenarkan. Setiap orang tetap manusia yang memiliki hak untuk hidup, dihargai, berkarya, dan diperlakukan sama,” jelas Felly.

Rumah Bhinneka juga menegaskan komitmennya untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan nyata, khususnya Bhinneka Tunggal Ika dan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Menurut Fathurahman, Organisasi ini berupaya menjadi jembatan solutif dalam berbagai persoalan sosial serta keberagaman lintas agama dan suku. “Kita masih berada dalam proses menghayati Pancasila. Ketika intoleransi masih terjadi, berarti tugas ini belum selesai,” ujar Fathur Rahman

Berbagai kegiatan dilakukan Rumah Bhinneka, mulai dari seminar dan diskusi publik bersama perguruan tinggi, advokasi kepada masyarakat, hingga kegiatan sosial. Dalam menghadapi persoalan seperti persekusi, pembubaran ibadah, maupun ketidakadilan, Rumah Bhinneka terlebih dahulu melakukan diskusi dan koordinasi sebelum turun bersama jaringan yang relevan.

Selain itu, pendekatan melalui perjumpaan langsung dengan masyarakat menjadi salah satu cara yang dilakukan untuk membangun kesadaran. Menurut Rumah Bhinneka, kegiatan sosial seperti pembagian masker dan bantuan oksigen pada masa pandemi COVID-19 menjadi contoh bagaimana kepedulian terhadap sesama dapat diwujudkan secara nyata. “Kesadaran dan kepedulian tumbuh dari perjumpaan langsung, bukan hanya dari teori,” ungkap Fathur

Dialog di Ngobras Pro1 RRI Surabaya ditutup dengan pesan penting mengenai perlunya meningkatkan literasi dan memperbanyak ruang perjumpaan antarmasyarakat. Rumah Bhinneka menilai banyak ketidaksukaan dan prasangka muncul karena kurangnya informasi serta kesempatan untuk saling mengenal. “Kita semua adalah warga negara Indonesia yang sama. Pertanyaannya, apakah hati kita juga sudah Indonesia?” tutup Felly.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....