Ustad Suud Hasanudin: Esensi Agama Membebaskan Manusia dan Membawa Kemaslahatan

  • 22 Jul 2026 07:22 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Ketua Pimpinan Wilayah Persatuan Islam (PERSIS) Jawa Timur, Ustad Suud Hasanudin, mengatakan esensi agama tidak hanya dipahami sebagai seperangkat aturan spiritual. Menurutnya, Islam mengajarkan tiga prinsip utama, yakni membebaskan manusia secara spiritual, membentuk akhlak yang santun, serta menghadirkan kemaslahatan bagi sesama.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang memandang agama hanya sebagai aturan yang membatasi kehidupan. Padahal, Al-Qur'an dan teladan Rasulullah SAW menunjukkan bahwa agama hadir untuk memerdekakan manusia dari berbagai bentuk penghambaan selain kepada Allah SWT.

"Kebanyakan manusia menganggap agama hanya terdiri atas seperangkat aturan spiritual. Padahal, jika kita mendalami ayat-ayat Allah dalam Al-Qur'an dan ajaran yang dipraktikkan Rasulullah SAW, esensi agama memiliki tiga prinsip, yaitu membebaskan manusia secara spiritual, membentuk kesantunan, dan membawa kemaslahatan bagi sesama," kata Ustad Suud dalam program Mutiara Pagi di RRI Pro 1 Surabaya, Rabu 22 Juli 2026.

Ia menjelaskan, prinsip pertama adalah kemerdekaan spiritual. Menurutnya, manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang merdeka dalam keyakinannya dan hanya menghambakan diri kepada Allah SWT.

"Islam datang sebagai ajaran pembebasan. Manusia tidak boleh diperbudak oleh hawa nafsu, kesyirikan, maupun kepentingan dunia yang menjauhkan dari Allah. Sejatinya manusia adalah makhluk yang merdeka secara spiritual," ujarnya.

Prinsip tersebut selaras dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 256 yang menyatakan, "Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama."

Selanjutnya, Ustad Suud mengatakan Islam juga menempatkan akhlak dan kesantunan sebagai bagian penting dari keimanan.

"Islam adalah ajaran budi pekerti yang mulia. Iman bukan hanya diyakini dalam hati dan diucapkan dengan lisan, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Karena itu, Islam mengajarkan manusia saling menghormati dan menjaga adab kepada sesama," katanya.

Pernyataan tersebut sejalan dengan sabda Rasulullah SAW, "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR Ahmad).

Selain itu, Allah SWT juga berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 13, bahwa manusia diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling mengenal, sedangkan kemuliaan seseorang di sisi Allah ditentukan oleh ketakwaannya.

Lebih lanjut, Ustad Suud menyampaikan bahwa prinsip ketiga adalah menghadirkan kemaslahatan bagi sesama. "Keimanan harus melahirkan kepedulian sosial. Agama mengajarkan manusia untuk hidup berdampingan, tidak saling menyakiti, saling memberi manfaat, dan menghadirkan kelembutan kepada sesama," ujarnya.

Pesan tersebut sejalan dengan hadis Nabi Muhammad SAW, "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya." (HR Ath-Thabrani). Menurutnya, kehidupan beragama seharusnya mampu membangun hubungan yang harmonis di tengah masyarakat sehingga tercipta kehidupan yang damai, saling menghormati, dan saling menolong dalam kebajikan sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Ma'idah ayat 2.

Di akhir tausiahnya, Ustad Suud mengajak masyarakat memahami agama secara utuh, bukan sekadar sebagai kumpulan aturan.

"Jangan menganggap agama hanya sebagai aturan yang mengekang kehidupan spiritual maupun sosial. Di balik setiap ajaran Islam terdapat prinsip-prinsip yang memudahkan kehidupan manusia serta memberi ruang bagi manusia untuk mengembangkan kreativitas, akal, dan intuisi demi kemaslahatan bersama," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....