Menggali Potensi Wakaf Produktif, Melalui Program "Cahaya Pagi"

  • 31 Jul 2026 06:28 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya— Program siaran Cahaya Pagi Pro 4 RRI Surabaya edisi Jumat, 31 Juli 2026, kembali hadir menyapa pendengar setia dengan mengangkat tema yang sarat akan nilai spiritual dan sosial, yakni "The Miracle of Productive Waqf: Keajaiban Wakaf Produktif, Investasi Abadi untuk Kemaslahatan Umat". Siaran inspiratif ini menghadirkan narasumber kompeten, yaitu Mochamad Abduloh, S.H.I., S.Pd., M.Pd., yang sehari-hari bertugas sebagai Penyuluh Agama Islam di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sukolilo, Surabaya.

Dalam pemaparannya, Mochamad Abduloh membuka dialog dengan menjelaskan hakikat mendasar dari wakaf sebagai salah satu bentuk sedekah jariyah. Ia menegaskan bahwa pahala dari harta yang diwakafkan akan terus mengalir tiada henti selama harta tersebut terus memberikan manfaat bagi sesama.

Konsep ini menjadikan wakaf sebagai salah satu instrumen amal saleh yang paling strategis bagi seorang Muslim untuk mempersiapkan bekal kehidupan di akhirat kelak. Lebih lanjut, ia menyoroti pergeseran persepsi yang kerap terjadi di tengah masyarakat luas.

"Selama ini, sebagian besar masyarakat masih memandang wakaf sebatas pada pembangunan tempat ibadah fisik seperti masjid dan musala. Padahal, jika ditarik jauh ke belakang sejak masa Rasulullah SAW, para sahabat, hingga puncak kejayaan peradaban Islam, praktik wakaf telah diterapkan secara luas dalam bentuk aset-aset produktif yang menghasilkan, seperti kebun kurma, sumur umum, lahan pertanian, hingga fasilitas sosial lainnya." Ujar Abdulloh.

Melalui topik The Miracle of Productive Waqf, pendengar Pro 4 RRI Surabaya diajak untuk menyadari bahwa wakaf produktif bukanlah sebuah konsep pemikiran baru yang asing, melainkan sebuah warisan agung peradaban Islam. Abduloh menjelaskan bahwa wakaf produktif memiliki peran yang sangat strategis dalam menopang berbagai sektor vital kehidupan, mulai dari dunia pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi kerakyatan, hingga pelayanan sosial secara menyeluruh, tanpa sedikitpun mengurangi esensi penting dari wakaf untuk sarana ibadah.

Dalam sesi dialog interaktif tersebut, narasumber juga membagikan pengalaman nyata seputar pendampingan wakaf yang dilakukan di wilayah KUA Kecamatan Sukolilo. Berdasarkan catatan di lapangan, tren kesadaran masyarakat untuk berwakaf menunjukkan grafik peningkatan yang kian positif. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat Surabaya, khususnya di wilayah Sukolilo, mulai memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pentingnya pengelolaan aset keagamaan secara transparan dan profesional.

Kendati demikian, tantangan terbesar yang dihadapi ke depan bukanlah pada kuantitas harta yang terkumpul, melainkan upaya masif dalam memperluas pemahaman publik. Abduloh menekankan perlunya edukasi berkelanjutan agar masyarakat tidak lagi memandang wakaf semata-mata sebagai sarana pembangunan fisik tempat ibadah, melainkan sebagai sebuah bentuk investasi sosial yang produktif, mandiri, dan berkesinambungan demi kesejahteraan umat secara jangka panjang.

Menutup rangkaian program Cahaya Pagi edisi kali ini, Mochamad Abduloh menyampaikan pesan utama yang sarat makna bagi seluruh pendengar. Ia berpesan bahwa hakikat berwakaf yang sesungguhnya bukanlah sekadar meninggalkan harta di dunia, melainkan meninggalkan kemanfaatan hidup yang terus berputar, subur, dan bertransformasi menjadi amal jariyah yang abadi sepanjang masa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....