Orientasi Illahiyat, Ikhtiar Merubah Nasib dengan Bersyukur dan Berpikif

  • 12 Jul 2026 05:55 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID. Surabaya— Manusia dibekali kekuatan besar oleh Allah SWT untuk mengendalikan pikiran dan menentukan arah hidupnya. Namun, perubahan nasib yang hakiki hanya dapat terwujud jika ikhtiar tersebut didasari oleh Orientasi Illahiyat—yakni menyandarkan segala niat dan perbuatan semata-mata karena Allah SWT.

Hal tersebut menjadi benang merah dalam program siaran Cahaya Pagi PRO 4 RRI Surabaya edisi Minggu, 12 Juli 2026. Hadir sebagai narasumber, Wakil Ketua III Baznas Provinsi Jawa Timur, K.H. Muhammad Zaki, yang mengupas tuntas bagaimana kesadaran beragama mampu mengubah kualitas hidup seorang muslim.

Dalam pemaparannya, Kyai Zaki menekankan pentingnya menjaga hubungan batin dengan Sang Pencipta melalui selawat dan rasa syukur yang tiada putus. "Perbanyaklah sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, banyak bersyukur atas nikmat dari Allah. Apa yang sudah Allah kasih itu adalah anugerah yang patut kita syukuri. Seharusnya, nikmat tersebut semakin membuat kita dekat dengan Allah," ujar Kyai Zaki.

Kyai Zaki mengingatkan bahwa setiap manusia yang hidup di dunia adalah sosok terpilih yang diciptakan dengan potensi terbaik. Kunci utama untuk bangkit dan merubah nasib berada pada bagaimana cara manusia mengelola pikirannya sendiri.

"Orang hidup itu adalah orang terpilih dan terbaik. Maka sesungguhnya Allah memberikan kita kekuatan besar untuk mengendalikan pikiran kita menjadi produktif. Nasib kita, tergantung cara berpikir kita terhadap sesuatu," katanya.

Untuk mencapai perubahan nasib yang berkah, Kyai Zaki membagikan dua poin penting yang harus dilakukan oleh setiap individu: Usaha (Ikhtiar Nyata): Melakukan aksi nyata dan bekerja keras untuk mengubah keadaan.

Agama sebagai Penggerak: Menjadikan agama sebagai fondasi yang memberikan bahan bakar semangat dalam menjalani hidup. Menurutnya, esensi orang beragama bukan sekadar eksis secara fisik, melainkan selalu bergerak dan memancarkan energi positif.

"Orang yang beragama maka kita bukan hanya hidup, tapi bergerak dan berpikir positif. Dalam hidup, kita harus melakukan yang baik dan diniatkan untuk Allah. Jika itu dilakukan, maka Allah akan menempelkan malaikat dalam tubuh kita ini untuk memberikan kenikmatan," ujar Wakil Ketua III Baznas Jatim tersebut.

Mengakhiri tausiyahnya di PRO 4 RRI Surabaya, Kyai Zaki mengajak seluruh pendengar untuk merefleksikan kembali cara beragama selama ini. Perubahan besar dalam hidup harus dimulai dari transformasi spiritual yang disadari sepenuhnya.

"Kita harus ubah cara beragama kita, dimulai dari sebuah kesadaran. Kesadaran inilah yang nantinya akan membuat kita dikuatkan oleh Allah SWT," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....