Saka Bakti Husada dalam Perspektif Islam: Menjaga Kesehatan sebagai Wujud Ibadah
- 17 Jul 2026 08:20 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya— Menjaga kesehatan tubuh bukan sekadar kebutuhan jasmani semata, melainkan bagian erat dari bentuk keimanan dan ibadah seorang Muslim kepada Allah SWT. Pesan penting ini mengemuka dalam program siaran religi "Cahaya Pagi" di RRI Pro 4 Surabaya edisi Jumat, 17 Juli 2026.
Terhubung bersama narasumber Faiqotun Niswati, S.Sos.I, selaku Penyuluh Agama Islam fungsional di wilayah Kecamatan Rungkut, Surabaya, dialog interaktif ini mengupas tuntas keterkaitan nilai-nilai kepramukaan Saka Bakti Husada (SBH) dari kacamata syariat Islam.
Faiqotun Niswati menjelaskan bahwa Saka Bakti Husada satuan karya pramuka yang khusus bergerak di bidang kesehatan sebenarnya berjalan selaras dengan prinsip-prinsip dasar Islam. Menurutnya, Islam sangat menekankan pentingnya kesehatan dan kebersihan jasmani.
Hal ini tercermin dalam sebuah hadis populer bahwa kesucian atau kebersihan adalah sebagian dari iman (An-Nazhafatu minal Iman), yang menjadi fondasi utama dalam mengajarkan pola hidup bersih kepada masyarakat.
Dalam ulasannya, Faiqotun membedah keselarasan krida-krida yang ada di dalam Saka Bakti Husada dengan tuntunan Al-Qur'an dan Sunah. Salah satu pilar utama dalam SBH adalah Krida Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
"Di dalam Islam, konsep PHBS ini sejalan dengan syariat bersuci (taharah) sebelum beribadah, mulai dari berwudu, mandi wajib, hingga menjaga kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal." katanya.
Lebih lanjut, Faiqotun menyoroti Krida Bina Gizi yang juga dikembangkan oleh Saka Bakti Husada. Dari perspektif Islam, krida ini sangat sesuai dengan anjuran Allah dalam Al-Qur'an untuk mengonsumsi makanan yang halal lagi baik (halalan tayyiban).
"Islam melarang umatnya berlebih-lebihan dalam makan dan minum karena dapat memicu datangnya berbagai penyakit, sehingga asupan gizi berimbang adalah kunci utama dalam merawat fisik agar senantiasa optimal untuk beribadah." ujarnya.
Penyuluh Kecamatan Rungkut ini juga mengingatkan bahwa tubuh yang dititipkan oleh Allah SWT merupakan sebuah amanah besar yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya. Ketika seseorang aktif menjadi bagian dari Saka Bakti Husada dalam membantu mengedukasi masyarakat tentang kesehatan keluarga, penanggulangan penyakit, hingga pemahaman obat-obatan, tindakan tersebut bernilai ibadah sosial (amal jariyah).
Menolong sesama manusia agar terhindar dari bahaya penyakit adalah salah satu implementasi nyata dari konsep Rahmatan lil 'Alamin.
"Menjadi kader kesehatan di lingkungan masyarakat, baik melalui Pramuka Saka Bakti Husada maupun kegiatan penyuluhan lainnya, merupakan bentuk jihad kemanusiaan yang sangat mulia," papar Faiqotun.
Melalui upaya-upaya promotif dan preventif ini, generasi muda muslim diajak untuk tidak hanya saleh secara spiritual, tetapi juga kuat secara fisik demi menopang kemajuan peradaban umat.
Menutup dialog Cahaya Pagi tersebut, Faiqotun Niswati mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya warga Rungkut dan Surabaya pada umumnya, untuk mulai membiasakan diri menjaga kesehatan jasmani dan rohani secara beriringan. Ia berharap spirit pengabdian Saka Bakti Husada dapat terus diadopsi oleh generasi muda guna mewujudkan tatanan masyarakat yang sehat, bersih, dan bertakwa, demi mencapai rida Allah SWT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....