Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan dalam Perspektif Islam

  • 17 Agt 2026 06:56 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Kemerdekaan merupakan salah satu nikmat besar yang patut disyukuri oleh seluruh masyarakat. Dalam perspektif Islam, rasa syukur atas kemerdekaan tidak cukup hanya diwujudkan melalui perayaan, tetapi juga dengan menjaga persaudaraan, memperkuat persatuan, serta menghindari berbagai perilaku yang dapat menimbulkan perpecahan.

Pimpinan Pondok Pesantren dan Panti Asuhan Mitra Arafah Surabaya, Ustazah Hj. Haniah, mengatakan, Islam telah memberikan tuntunan kepada umatnya dalam menjaga hubungan baik dengan sesama. Salah satunya sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an Surat Al-Hujurat, yang mengajarkan umat Islam untuk menjaga kehormatan dan persaudaraan.

Menurutnya, umat Islam dilarang mencari-cari kesalahan, berprasangka buruk, maupun menggunjing orang lain. Al-Qur'an bahkan menggambarkan perbuatan menggunjing sebagai sesuatu yang sangat buruk, sebagaimana seseorang memakan daging saudaranya sendiri yang telah meninggal.

“Jangan sampai kemerdekaan yang kita syukuri justru diisi dengan saling menjelekkan, saling mencurigai dan akhirnya terjadi perpecahan. Kita harus menjaga persaudaraan dan berprasangka baik kepada sesama,” ujar Ustazah Hj. Haniah saat berbincang bersama RRI Surabaya dalam program Mutiara Pagi, Senin, 17 Agustus 2026.

Ia menambahkan, kemerdekaan seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah atau persaudaraan. Perbedaan yang ada di tengah masyarakat tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling bermusuhan, melainkan menjadi bagian dari kehidupan yang harus disikapi dengan saling menghormati.

Selain menjaga persatuan, menurut Ustazah Hj. Haniah, mensyukuri kemerdekaan juga harus dilakukan dengan menjauhi perbuatan yang dilarang dalam agama. Salah satunya adalah mengonsumsi minuman keras atau minuman beralkohol.

“Dalam Islam tidak boleh mensyukuri nikmat kemerdekaan dengan minum-minuman keras. Minuman beralkohol jelas merupakan sesuatu yang dilarang dalam agama. Jadi, jangan sampai kita merayakan kemerdekaan dengan sesuatu yang justru bertentangan dengan ajaran Allah,” ucapnya.

Ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif dan bermanfaat. Kemerdekaan dapat diwujudkan melalui belajar, bekerja dengan baik, membantu sesama, menjaga lingkungan, serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Ustazah Hj. Haniah menegaskan, rasa syukur yang sebenarnya bukan hanya diucapkan melalui kata-kata, tetapi juga diwujudkan melalui perilaku sehari-hari. Dengan menjaga persaudaraan, menghindari prasangka buruk, tidak menggunjing, serta menjauhi hal-hal yang dilarang agama, masyarakat turut menjaga nikmat kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu.

Dengan demikian, momentum kemerdekaan dapat menjadi pengingat bagi umat Islam untuk terus bersyukur kepada Allah SWT, memperkuat persatuan, dan mengisi kebebasan dengan amal serta perbuatan yang membawa manfaat bagi sesama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....