Implementasi Bismillahirrahmanirrahim Hadirkan Keberkahan dalam Kehidupan

  • 07 Jul 2026 09:38 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kalimat Bismillahirrahmanirrahim merupakan lafaz yang sangat akrab di kalangan umat Islam. Sejak usia anak-anak hingga lanjut usia, kalimat tersebut hampir selalu diucapkan saat memulai berbagai aktivitas.

Namun, maknanya tidak cukup berhenti pada ucapan. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya perlu diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari agar setiap aktivitas bernilai ibadah dan menghadirkan keberkahan.

Hal itu disampaikan Dai Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) Surabaya, Ustad Mawahib Al Masyhady, saat menjadi narasumber dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Surabaya, Selasa7 Juli 2026.

Menurut Ustad Mawahib, implementasi Bismillahirrahmanirrahim dapat dipahami melalui kandungan Surat Al-Fatihah. Di dalamnya terdapat tiga nilai utama, yakni Bismillah, Ar-Rahman, dan Ar-Rahim, yang perlu dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Bismillahirrahmanirrahim sudah sangat familiar bagi umat Islam. Namun, yang perlu dipahami, kalimat ini tidak hanya diucapkan, tetapi juga harus diimplementasikan. Ketika nilai Bismillah, Ar-Rahman, dan Ar-Rahim mampu kita hidupkan, insyaallah kehidupan akan dipenuhi keberkahan," ujarnya.

Ia menjelaskan, nilai Bismillah mengajarkan umat Islam untuk memulai setiap aktivitas dengan niat yang lurus karena Allah SWT. Ketika niat dan tujuan berorientasi kepada Allah, seseorang akan lebih bertanggung jawab, jujur, dan amanah dalam menjalankan setiap pekerjaan.

"Bismillah mengajarkan kita memulai segala sesuatu karena Allah. Artinya, niat dan fokus kita adalah karena Allah. Ketika itu menjadi dasar dalam beraktivitas, insyaallah setiap pekerjaan akan dilakukan dengan penuh amanah," katanya.

Penjelasan tersebut selaras dengan sabda Rasulullah SAW, "Sesungguhnya setiap amal bergantung pada niatnya" (HR. Bukhari No. 1 dan Muslim No. 1907).

Selain membangun niat yang benar, Ustad Mawahib mengatakan nilai Ar-Rahman mengajarkan umat Islam untuk meneladani kasih sayang Allah SWT kepada seluruh makhluk. Implementasinya dapat diwujudkan dengan bersikap penuh kasih kepada keluarga, pasangan, anak, kerabat, rekan kerja, tetangga, maupun masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

"Kalau Allah memiliki sifat Ar-Rahman, maka kita juga harus menjadi pribadi yang murah hati, penyayang, dan peduli kepada siapa pun, termasuk kepada diri sendiri," ujarnya.

Sementara itu, nilai Ar-Rahim dimaknai sebagai kasih sayang Allah SWT yang diberikan secara khusus kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh. Karena itu, seorang muslim perlu menjaga hubungan dengan Allah melalui ibadah sekaligus memperkuat hubungan baik dengan sesama.

"Ar-Rahim adalah kasih sayang Allah kepada orang-orang beriman. Cara menghidupkannya adalah menjaga hubungan dengan Allah melalui ibadah dan menjaga hubungan yang baik dengan sesama," jelasnya.

Allah SWT juga menegaskan dalam Surat Al-Ahzab ayat 43 bahwa Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.

Ustad Mawahib berharap umat Islam tidak hanya menjadikan Bismillahirrahmanirrahim sebagai kalimat pembuka setiap aktivitas, tetapi juga menjadikannya sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan. Menurutnya, ketika setiap aktivitas diawali dengan niat karena Allah, dijalankan dengan semangat kasih sayang kepada sesama, serta diperkuat dengan keimanan dan amal saleh, maka keberkahan akan hadir dalam setiap langkah kehidupan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....