Muharram Meneguhkan Islam Rahmatan Lil Alamin
- 18 Jun 2026 14:46 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah menjadi saat yang tepat untuk melakukan re-internalisasi, re-spirit, dan re-aktualisasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat. Semangat hijrah diharapkan tidak hanya berhenti pada refleksi spiritual, tetapi juga melahirkan gerakan sosial yang berdampak bagi umat dan bangsa.
Dalam sejarah Islam, Baitul Maal pada masa Rasulullah SAW hadir sebagai instrumen kemaslahatan yang bertujuan memperkuat kesejahteraan masyarakat dan menjaga keberlangsungan kehidupan umat. Esensi utamanya adalah menghadirkan keshalihan sosial yang berlandaskan nilai-nilai Islam Rahmatan lil Alamin.
Ketua Umum YBM PLN, Sulistyo Biantoro, mengatakan bahwa konsep Baitul Maal relevan untuk terus dihidupkan dalam menjawab berbagai tantangan sosial saat ini. Menurutnya, orientasi utama yang harus dibangun adalah memperluas manfaat dan menghadirkan keberkahan bagi masyarakat luas.
“Kalau konsep Baitul Maal itu intinya adalah keshalihan sosial dan Rahmatan lil Alamin. Nilai tersebut harus diwujudkan melalui ikhtiar nyata yang menghadirkan kemanfaatan bagi sesama dan memperkuat solidaritas sosial,” ujar Sulistyo Biantoro.
Ia menegaskan, YBM PLN terus berkomitmen menyalakan harapan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup umat. Komitmen tersebut sejalan dengan semangat membumikan dan meneguhkan Islam Rahmatan lil Alamin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pengasuh Pesantren Luhur Al Husna sekaligus kader muda Nahdliyin, Ahmad Maududi, menilai Muharram merupakan momentum strategis untuk memperkuat kepedulian sosial dan membangun kualitas sumber daya manusia yang unggul. Menurutnya, tantangan kebangsaan ke depan membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter dan nilai-nilai keislaman yang kuat.
| Baca juga: Satu Suro dan 1 Muharram, Apa Bedanya? |
“Upaya mengurangi angka kemiskinan dan menyiapkan SDM masa depan yang siap serta berkualitas Islami harus menjadi bagian dari gerakan bersama. Di sinilah peran lembaga seperti YBM PLN menjadi sangat penting dalam memperluas kemanfaatan dan menghadirkan harapan bagi masyarakat,” kata Ahmad Maududi.
Pandangan tersebut sejalan dengan pemikiran A. Tholabi Kharlie yang menekankan makna transformasi dalam peringatan Tahun Baru Islam. “Muharram mengingatkan bahwa perubahan selalu dimulai dari kesediaan untuk memperbaiki diri, memperkuat institusi dan memperluas kemanfaatan bagi sesama,” ujarnya.
Melalui semangat “Menyalakan Harapan, Meneguhkan Islam Rahmatan lil Alamin”, YBM PLN diharapkan semakin mengukuhkan perannya sebagai gerakan kemaslahatan umat yang berdampak luas. Kehadirannya tidak hanya memperkuat nilai keislaman dan kepedulian sosial, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam membangun masyarakat yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing menuju masa depan Indonesia yang lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....