Rumah Gagas Bersama Perkuat Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat

  • 29 Jun 2026 06:50 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID,SURABAYA - Program Ngobras Pro1 RRI Surabaya pada Sabtu 27 Juni 2026, menghadirkan komunitas yang bergerak di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, Rumah Gagas Bersama. Dialog yang dipandu Joe Adi Yuanda berlangsung interaktif dengan menghadirkan Pendiri Rumah Gagas Bersama Firda, didampingi oleh Iqbal yang membidangi ekonomi kreatif, serta Ayu sebagai relawan.

Pendengar juga diberi kesempatan berdialog langsung dan memberikan apresiasi terhadap berbagai program yang dijalankan komunitas tersebut.

Firda menjelaskan, Rumah Gagas Bersama berdiri pada akhir 2023 dan memulai kegiatannya melalui webinar sepanjang 2024 sebelum akhirnya menggelar kegiatan luring sejak Januari 2025. Berawal dari dua orang penggagas, kini komunitas tersebut telah memiliki sekitar 50 relawan dan menjangkau ribuan penerima manfaat di berbagai daerah dengan kantor pusat berada di Krian, Sidoarjo.

"Nama Rumah Gagas Bersama berasal dari kata 'menggagas', yaitu merumuskan sebuah ide kemudian mewujudkannya secara bersama-sama agar memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Firda.

Rumah Gagas Bersama memiliki sejumlah fokus kegiatan, di antaranya edukasi anti-perundungan, pencegahan kekerasan seksual, mitigasi bencana, hingga pengelolaan sampah. Selain itu, komunitas ini juga mengembangkan berbagai program pemberdayaan seperti pelatihan daur ulang, pengelolaan bank sampah, pengembangan potensi desa, serta pelatihan keterampilan bagi ibu rumah tangga.

Sasaran kegiatannya meliputi siswa TK hingga SMA, pemuda desa, ibu rumah tangga, dan masyarakat umum.

Firda mengungkapkan, keinginannya mendirikan komunitas berawal dari tekad untuk tetap memberikan manfaat bagi masyarakat. Pengalaman sebelumnya dalam dunia pendidikan, termasuk mendirikan sekolah bagi anak berkebutuhan khusus, menjadi bekal untuk membangun Rumah Gagas Bersama sebagai wadah pengabdian yang lebih luas.

"Saya pernah menjadi ibu rumah tangga dan merasa ingin tetap bisa berkontribusi. Pengalaman di dunia pendidikan membuat saya yakin bahwa perubahan bisa dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten," kata Firda.

Sementara itu, Ayu mengaku memiliki motivasi pribadi untuk menjadi relawan setelah pernah mengalami perundungan saat masih bersekolah. Pengalaman tersebut mendorongnya agar anak-anak saat ini mendapatkan edukasi yang lebih baik mengenai pentingnya saling menghargai.

Di sisi lain, Iqbal tertarik bergabung setelah melihat besarnya semangat belajar anak-anak di pedesaan yang membutuhkan pendampingan.

Dalam menjalankan edukasi, Rumah Gagas Bersama menggunakan metode yang menyenangkan agar mudah diterima anak-anak. Materi disampaikan melalui lagu, dongeng, permainan edukatif, hingga pembuatan poster.

Setelah kegiatan berlangsung, komunitas juga melakukan pemantauan bersama guru di sekolah untuk melihat perkembangan peserta. Pendanaan kegiatan hingga kini masih berasal dari dana pribadi pendiri, iuran sukarela relawan, serta dukungan sponsor dan mitra.

"Harapan kami, Rumah Gagas Bersama dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, terus memberdayakan berbagai kelompok, dan menjadi pengingat bagi kami sendiri untuk selalu menerapkan nilai-nilai yang kami ajarkan," tutup Firda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....