BPOM dan PWI Jatim Perkuat Edukasi Publik, Awasi 21.937 Produk di Jatim
- 06 Agt 2026 16:03 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya memperkuat sinergi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur melalui Media Gathering, Kamis, 6 Agustus 2026. Kegiatan mengusung tema "Sinergi Cerdas BPOM dan PWI: Dari Pemberitaan Menggugah, Mewujudkan Obat dan Makanan Aman, Bermutu, dan Berdaya Saing."
Kepala BBPOM Surabaya, Yudi Noviandi, mengatakan kegiatan bertujuan memperluas penyebaran informasi dan edukasi kepada masyarakat melalui media massa. Menurutnya, kolaborasi dengan insan pers menjadi langkah penting membangun kesadaran publik terhadap keamanan obat dan makanan.
Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai media memiliki peran strategis menyampaikan informasi akurat sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai bahaya obat dan pangan ilegal.
Lutfil berharap sinergi BPOM dan media terus diperkuat melalui pemberitaan berkualitas. Pemberitaan diharapkan mampu meningkatkan literasi masyarakat dalam memilih produk yang aman dan memenuhi ketentuan.
Yudi menjelaskan wilayah kerja BBPOM Surabaya mencakup 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur. Pengawasan didukung Balai POM Kediri, Balai POM Jember, serta Loka POM Madiun dengan koordinasi di Surabaya.
Menurutnya, cakupan pengawasan meliputi 666 kecamatan dan 8.494 desa atau kelurahan. Jarak tempuh petugas saat melakukan pengawasan berkisar antara 18 kilometer hingga 288 kilometer.
Saat ini BBPOM Surabaya mengawasi 21.937 produk yang beredar di Jawa Timur. Produk tersebut meliputi 8.059 kosmetik, 6.062 pangan, 4.552 obat, 2.089 obat tradisional, 955 suplemen kesehatan, dan 220 obat kuasi.
Selain produk, BBPOM Surabaya mengawasi 59.813 sarana yang tersebar di seluruh Jawa Timur. Sarana tersebut meliputi 43.932 Industri Rumah Tangga Pangan, 35.247 apotek, dan 3.037 sarana distribusi pangan.
Pengawasan juga mencakup 1.299 industri pangan MD, 1.445 klinik, 990 puskesmas, dan 437 rumah sakit. BBPOM turut mengawasi 354 toko obat, 325 pedagang besar farmasi, serta 166 industri kosmetik.
Seluruh pengawasan tersebut dijalankan oleh 204 sumber daya manusia BBPOM Surabaya. Mereka bertanggung jawab mengawasi puluhan ribu sarana dan lebih dari 21 ribu produk di Jawa Timur.
"Kondisi ini menunjukkan besarnya tantangan pengawasan obat dan makanan di Jawa Timur. Karena itu, sinergi dan dukungan seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan agar masyarakat terlindungi dari produk yang tidak memenuhi persyaratan," kata Yudi.
Selain diskusi bersama media, kegiatan juga dirangkaikan dengan pemusnahan barang temuan obat ilegal. Langkah tersebut menjadi komitmen BPOM melindungi masyarakat dari produk yang tidak memenuhi persyaratan keamanan, mutu, dan manfaat.
Pemusnahan disaksikan Anggota Komisi IX DPR RI Indah Kurnia, Kepala BNN Provinsi Jawa Timur Brigjen Pol. Budi Mulyanto, Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim, serta perwakilan instansi terkait. Kegiatan berlangsung di Aula Gandrung Banyuwangi, Balai Besar POM Surabaya.
Melalui kolaborasi bersama media, BPOM berharap edukasi mengenai keamanan obat dan makanan semakin luas. Sinergi tersebut diharapkan memperkuat perlindungan masyarakat sekaligus mendorong peredaran produk yang aman, bermutu, dan berdaya saing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....