Desa Les Bali Kembangkan Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Masyarakat

  • 18 Jun 2026 19:09 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Desa Sejahtera Astra Desa Les di Buleleng, Bali, terus mengembangkan pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat. Pengembangan dilakukan dengan tetap menjaga budaya dan kelestarian lingkungan.

Desa pesisir di Bali Utara itu memiliki potensi alam yang beragam. Kawasan tersebut mencakup perbukitan, lahan pertanian, hingga garis pantai.

Potensi wisata Desa Les meliputi wisata pesisir dan air terjun. Masyarakat juga mengembangkan berbagai aktivitas berbasis komunitas.

Desa Les bergabung dalam program Desa Sejahtera Astra sejak 2024. Program pengembangan difokuskan pada pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan kewirausahaan.

Program tersebut telah menjangkau lebih dari 800 warga. Pendapatan masyarakat meningkat 25 persen dan menyerap puluhan tenaga kerja baru.

Selain itu, program membantu penyerapan pasar terhadap produk lokal hingga 100 persen. Langkah tersebut turut memperkuat perekonomian masyarakat desa.

Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto mengatakan pembangunan desa harus berjalan seimbang. Kemajuan ekonomi perlu disertai pelestarian lingkungan dan budaya.

"Melalui Desa Sejahtera Astra, kami percaya pembangunan desa tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi. Tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan identitas budaya masyarakat," ujarnya.

Pada bidang kesehatan, masyarakat aktif mendukung program kesehatan ibu dan anak. Kegiatan dilakukan melalui Posyandu dan pemberian makanan tambahan.

Di bidang pendidikan, generasi muda mendapat pelatihan bahasa Inggris. Program tersebut dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan pemandu wisata lokal.

Pada bidang lingkungan, warga melakukan konservasi dan transplantasi terumbu karang. Masyarakat juga mengembangkan pengelolaan sampah berbasis warga.

Melalui program Les Grow, sampah daun diolah menjadi pupuk kompos. Hasilnya dimanfaatkan untuk kebun terpadu dan memberikan nilai ekonomi tambahan.

Sementara itu, masyarakat tetap mempertahankan tradisi pembuatan garam secara turun-temurun. Produksinya mencapai dua hingga tiga ton garam setiap panen.

Berbagai upaya tersebut mengantarkan Desa Les meraih Juara Umum ADWI 2024. Penghargaan diberikan Kementerian Pariwisata melalui Anugerah Desa Wisata Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....