Badan Pariwisata Dibentuk, Mangrove Sedati Jadi Andalan Wisata Sidoarjo

  • 08 Jul 2026 09:00 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo memperkuat langkah pengembangan sektor pariwisata dengan membentuk Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Sidoarjo masa bakti 2026–2029. Kehadiran lembaga tersebut diharapkan menjadi ujung tombak promosi destinasi wisata sekaligus memperkuat branding potensi unggulan daerah, terutama kawasan wisata mangrove di pesisir timur Kecamatan Sedati.

‎Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sidoarjo Yudhi Irianto mengatakan, pembentukan BPPD merupakan amanat regulasi sekaligus kebutuhan untuk memperluas promosi pariwisata melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

‎"Keberadaan Badan Promosi Pariwisata Daerah memang secara legalitas harus dibentuk di setiap kabupaten dan kota. Harapan kami, mitra ini nanti bisa menjadi ujung tombak pemerintah dalam meningkatkan promosi pariwisata. Promosi pariwisata tidak bisa hanya dilakukan pemerintah," ujar Yudhi, Rabu, 8 Juli 2026.

‎Ia menjelaskan, Pemkab Sidoarjo saat ini tengah mengembangkan berbagai potensi wisata, mulai dari wisata pesisir, wisata edukasi, wisata industri, wisata religi, museum, hingga wisata bahari. Pengembangannya dilakukan secara terpadu bersama sejumlah organisasi perangkat daerah agar memiliki arah yang jelas dan berkelanjutan.

‎Salah satu destinasi yang menjadi prioritas adalah kawasan Curah Asmoro di Desa Tambak Cemandi, Kecamatan Sedati. Kawasan ini menawarkan wisata susur sungai yang membelah hutan mangrove alami dan menjadi habitat berbagai biota laut yang dinilai memiliki nilai jual tinggi sebagai destinasi ekowisata.

‎"Potensi paling unik yang kita miliki adalah wisata susur sungai di kawasan mangrove. Di sana ada ubur-ubur dan hiu tutul yang muncul pada Januari hingga Juni. Ini yang harus mampu dibranding oleh teman-teman BPPD agar menjadi daya tarik wisata Sidoarjo," katanya.

‎Menurut Yudhi, potensi wisata mangrove tersebut layak menjadi ikon baru pariwisata Sidoarjo karena tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat pesisir melalui sektor pariwisata berbasis lingkungan. Untuk mewujudkan hal itu, BPPD diharapkan mampu membangun promosi yang lebih kreatif serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah agar berbagai program pengembangan pariwisata dapat berjalan selaras.

‎"Salah satu upayanya adalah membangun kolaborasi dan sinergitas program. Jadi antara pemerintah dengan BPPD nanti nyambung, sehingga kebutuhan pengembangan pariwisata yang urgen di Sidoarjo bisa dijalankan bersama," ucapnya.

‎Yudhi menilai, meski tidak memiliki bentang alam pegunungan seperti sejumlah daerah lain di Jawa Timur, Sidoarjo tetap memiliki daya saing melalui kekuatan wisata pesisir, budaya, dan industri yang dikemas dengan strategi promosi yang tepat. "Harapannya Sidoarjo menjadi kota pesaing, bukan lagi sebagai penyangga Kota Surabaya," ucapnya tegas.

‎Melalui pembentukan BPPD, Pemkab Sidoarjo optimistis promosi destinasi wisata akan semakin terarah, memperkuat identitas daerah, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....