Curah Asmoro Disiapkan Jadi Wisata Edukasi Pesisir Baru

  • 05 Jun 2026 13:11 WIB
  •  Surabaya

‎‎RRI.CO.ID, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mulai melirik potensi wisata pesisir timur yang selama ini belum banyak dikenal masyarakat. Salah satunya adalah kawasan Curah Asmoro di Desa Tambak Cemandi, Kecamatan Sedati, yang kini disiapkan menjadi destinasi wisata edukasi berbasis alam dan konservasi mangrove.

‎Tersembunyi di kawasan pesisir, Curah Asmoro menawarkan pengalaman menyusuri aliran sungai yang diapit rimbunnya hutan mangrove. Lanskap alami yang masih terjaga menghadirkan suasana petualangan yang berbeda dari destinasi wisata lain di Sidoarjo. Bahkan, panorama sungainya kerap disebut menyerupai kawasan hutan rawa di pedalaman Kalimantan hingga Amazon karena vegetasi bakau yang tumbuh lebat di sepanjang tepian sungai.

‎Selain menyajikan keindahan alam, kawasan tersebut juga menjadi habitat berbagai satwa liar. Pengunjung dapat menjumpai monyet liar, burung bangau putih, hingga beragam fauna pesisir yang hidup berdampingan dengan ekosistem mangrove. Keberadaan satwa tersebut menjadi daya tarik tersendiri sekaligus sarana edukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan pesisir.

‎Daya tarik utama Curah Asmoro terletak pada fenomena kemunculan ubur-ubur laut jinak saat air pasang. Hewan laut tersebut muncul ke permukaan dalam jumlah cukup banyak dan dapat disentuh secara aman oleh wisatawan. Keunikan yang jarang ditemukan di destinasi lain itu dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata edukasi berbasis ekologi.

‎Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo, Yudhi Irianto, mengatakan pemerintah daerah saat ini tengah menyusun kajian komprehensif sebagai dasar pengembangan kawasan wisata pesisir timur, termasuk Curah Asmoro. Menurut dia, pengembangan destinasi tersebut harus berjalan beriringan dengan upaya pelestarian lingkungan.

‎"Pengembangan ini tidak hanya untuk sektor pariwisata, tetapi juga harus memperhatikan aspek pelestarian lingkungan. Harapannya, wisata ini bisa memberi dampak ekonomi bagi masyarakat pesisir," ujar Yudhi, Kamis 5 Juni 2026.

‎Ia menambahkan, keberhasilan pengembangan Curah Asmoro membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, hingga masyarakat setempat. Karena itu, Disporapar bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mulai menyusun strategi penguatan pariwisata di kawasan pesisir timur Sidoarjo.

‎"Disporapar bersama OPD terkait sangat konsen terhadap pengembangan wisata pesisir timur Sidoarjo. Tahun ini kami mulai menyusun kajian penguatan pariwisata di kawasan pesisir timur Sidoarjo," katanya.

‎Kepala Desa Tambak Cemandi, Khoirudin, menyambut positif langkah pemerintah daerah tersebut. Ia menilai pengembangan Curah Asmoro akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi alam desa kepada wisatawan yang lebih luas.

‎"Dengan adanya dukungan dari Dinas Pariwisata, kami berharap Desa Tambak Cemandi bisa berkembang menjadi destinasi wisata unggulan. Potensi lokal ini akan kami dorong agar lebih dikenal luas," ujar Khoirudin.

‎Dengan keunikan ekosistem mangrove, keberagaman satwa liar, serta fenomena ubur-ubur laut yang langka, Curah Asmoro memiliki modal kuat untuk tumbuh sebagai ikon wisata baru Kabupaten Sidoarjo. Jika dikelola secara berkelanjutan, kawasan ini tidak hanya menjadi destinasi rekreasi, tetapi juga ruang edukasi lingkungan yang memberi manfaat bagi masyarakat pesisir dan generasi mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....