Eri Cahyadi Jadi Responden Sensus Ekonomi 2026, Ajak Warga Berpartisipasi
- 18 Jun 2026 09:34 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik BPS. Dukungan itu ditunjukkan melalui partisipasi Wali Kota Eri Cahyadi sebagai responden.
Tiga petugas sensus mendatangi rumah dinas wali kota di Jalan Sedap Malam. Pendataan berlangsung Rabu, 17 Juni 2026 dan didampingi Kepala BPS Surabaya.
Wali Kota Eri menjelaskan sensus bertujuan memotret kondisi ekonomi masyarakat secara akurat. Pendataan mencakup anggota keluarga, aset, dan barang yang dimiliki.
"Alhamdulillah malam hari ini ada sensus ekonomi yang dilakukan BPS. Jadi, petugas sensus menanyakan apa yang ada di dalam rumah." ujarnya.
Menurut Eri, hasil sensus menunjukkan tingkat perekonomian setiap rumah tangga. Data itu dapat digunakan untuk menentukan kelompok desil masyarakat.
"Jadi ini menunjukkan hasil sensus ekonomi adalah tingkat perekonomian setiap rumah. Apakah masuk desil 1, 2, 3, 4, 5, atau 6." kata Walikota Eri Cahyadi.
Eri mengapresiasi BPS yang telah mendata dirinya dan keluarganya. Ia berharap langkah tersebut menjadi contoh bagi masyarakat Surabaya.
"Karena itu hari ini saya matur nuwun kepada BPS. Yang sudah melakukan sensus ekonomi kepada saya pribadi dan keluarga." katanya.
Ia mengajak warga tidak ragu memberikan keterangan kepada petugas sensus. Pembaruan data diperlukan agar program pemerintah lebih tepat sasaran.
"Updating data itu memang harus dilakukan beberapa kali. Agar memastikan yang menerima bantuan benar-benar tepat sasaran." Walikota Eri menjelaskan.
Eri menegaskan data akurat membantu memetakan kondisi ekonomi masyarakat. Transparansi penyaluran bantuan juga dapat semakin ditingkatkan.
Sementara itu, Arrief mengatakan sensus menargetkan seluruh skala usaha di Surabaya. Pendataan mencakup usaha besar, menengah, hingga UMKM.
"Kita akan mendata 1.402 usaha besar beromzet sekitar Rp50 miliar ke atas. Sekitar 13.000 usaha menengah dan 490.000 UMKM juga didata." kata Arrief.
BPS Surabaya melibatkan sekitar 1.980 petugas dan pengawas. Pendataan berlangsung sejak 1 Mei hingga 31 Agustus 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....