Program SPHP dan Bantuan Pangan Tekan Gejolak Harga Beras di Jawa Timur

  • 07 Jun 2026 17:10 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah melalui Perum Bulog terus menggencarkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Bantuan Pangan, dan distribusi Minyakita untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di Jawa Timur. Langkah tersebut dinilai berkontribusi menahan kenaikan harga beras dan minyak goreng di tengah mulai berkurangnya hasil panen memasuki musim kemarau.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu, mengatakan hingga awal Juni 2026 realisasi penyaluran beras SPHP telah mencapai 65.648 ton atau sekitar 66 persen dari target 98.767 ton. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi kedua secara nasional.

Menurut Langgeng, program SPHP diharapkan mampu menjaga harga beras medium tetap berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp13.500 per kilogram. Saat ini harga jual beras SPHP dari gudang Bulog sebesar Rp11.000 per kilogram, sedangkan harga maksimal di tingkat konsumen Rp12.500 per kilogram.

Selain SPHP, pemerintah juga tengah menyalurkan Bantuan Pangan kepada 5.638.478 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Jawa Timur. Setiap penerima memperoleh 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.

"Melalui program bantuan pangan ini kebutuhan beras dan minyak masyarakat penerima bantuan dapat terpenuhi sehingga membantu menekan permintaan di pasar," ujar Langgeng.

Untuk alokasi Februari-Maret 2026, Bulog menyalurkan 112.769 ton beras kualitas medium dan sekitar 22,5 juta liter minyak goreng. Di sisi lain, distribusi Minyakita juga terus dilakukan melalui pasar rakyat dan pasar yang tergabung dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Selama periode April hingga Juni 2026, Bulog Jawa Timur telah menggelontorkan 2.239.405 liter Minyakita, dengan sekitar 64 persen distribusi dilakukan melalui pasar rakyat.

Berdasarkan hasil pemantauan Satgas Pangan Polda Jawa Timur bersama Bulog, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surabaya di Pasar Soponyono dan Pasar Wonokromo pada Minggu (7/6/2026), harga beras medium tercatat Rp12.000 per kilogram atau masih di bawah HET Rp13.500 per kilogram.

Sementara harga beras premium terpantau Rp14.900 per kilogram sesuai ketentuan HET. Adapun Minyakita dijual sesuai HET sebesar Rp15.700 per liter.

Langgeng mengungkapkan sejumlah pedagang berharap pasokan Minyakita dapat ditambah karena permintaan masyarakat masih cukup tinggi. Saat ini kuota Domestic Market Obligation (DMO) Minyakita untuk BUMN pangan seperti Bulog, ID Food, dan Agrinas Palma sebesar 35 persen, sedangkan 65 persen sisanya dipasok oleh pihak swasta.

Menurutnya, berbagai program pemerintah tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan pasokan, stabilitas harga pangan, daya beli masyarakat, serta mengendalikan inflasi yang saat ini masih dipengaruhi kelompok makanan, minuman, dan tembakau, terutama komoditas cabai rawit dan beras.

"Tentu program-program pemerintah yang dilaksanakan diharapkan terus mampu menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga beras dan minyak goreng serta menjaga daya beli masyarakat dan inflasi tetap terkendali," Kata Langgeng.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....