JAPFA Soroti Tantangan Gizi Anak, Ribuan Siswa Didorong Perbaikan Status Gizi

  • 19 Mei 2026 14:00 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Persoalan gizi anak masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, sebanyak 11 persen anak usia 5–12 tahun masih berada pada kategori gizi kurang dan gizi buruk berdasarkan indikator Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U).

Kondisi serupa juga ditemukan dalam pelaksanaan program JAPFA for Kids yang dijalankan PT Japfa Comfeed Indonesia di berbagai daerah. Data internal JAPFA tahun 2024 menunjukkan sekitar 10,1 persen siswa di tujuh lokasi program masih mengalami kondisi malagizi.

Melihat kondisi tersebut, JAPFA terus memperkuat program edukasi dan intervensi gizi anak melalui JAPFA for Kids yang telah berjalan selama 18 tahun. Hingga 2025, program tersebut telah menjangkau 201.056 siswa, 13.541 guru, dan 1.214 sekolah di 105 kabupaten/kota serta 28 provinsi di Indonesia.

Program JAPFA for Kids juga dijalankan di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, dengan melibatkan lebih dari 1.100 siswa dan 150 guru dari delapan sekolah.

Direktur Corporate Affairs JAPFA, Rachmat Indrajaya mengatakan, JAPFA for Kids hadir sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas gizi dan kesehatan anak Indonesia secara berkelanjutan.

“Selama 18 tahun, JAPFA for Kids hadir sebagai bentuk komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas gizi dan kesehatan anak Indonesia. Kami percaya bahwa membangun masa depan Indonesia dimulai dari memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang baik dan tumbuh dalam lingkungan yang mendukung pola hidup sehat,” ujar Rachmat, Selasa 19 Mei 2026.

Program tersebut menunjukkan dampak terhadap peningkatan status gizi siswa. Pada 2024, sebanyak 762 dari 1.479 siswa dengan kondisi gizi kurang dan gizi buruk berhasil meningkat menjadi gizi baik atau sebesar 51,5 persen.

Sementara pada 2025, sebanyak 646 dari 1.034 siswa berhasil mengalami peningkatan status gizi menjadi gizi baik atau sebesar 62,5 persen.

Head of Social Investment JAPFA, Retno Artsanti menjelaskan, JAPFA for Kids dijalankan melalui berbagai strategi terintegrasi, mulai dari pemberian protein hewani hingga edukasi hidup sehat di sekolah.

“Dalam implementasinya, JAPFA for Kids menjalankan berbagai strategi terintegrasi, mulai dari pemberian asupan protein hewani berupa telur setiap hari selama enam bulan bagi siswa dengan kondisi malagizi, pemantauan rutin berat dan tinggi badan siswa melalui aplikasi digital, hingga pembiasaan perilaku hidup sehat melalui program Hari Sehat JAPFA,” ujar Retno.

Selain itu, program juga dilengkapi dengan edukasi kesehatan, pelatihan guru, pendampingan orang tua, serta monitoring berkala untuk memastikan dampak program dapat terukur secara konsisten.

Pakar gizi masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Sandra Fikawati menilai edukasi publik mengenai pemenuhan gizi seimbang masih perlu diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk media.

“Peningkatan kualitas gizi anak memerlukan keterlibatan banyak pihak. Media memiliki peran strategis dalam menyampaikan edukasi yang benar dan mudah dipahami masyarakat, terutama mengenai pentingnya konsumsi protein hewani, pola makan seimbang, serta pembiasaan perilaku hidup sehat sejak usia dini,” ujar Prof. Sandra Fikawati.

Sebagai bagian dari upaya memperluas edukasi publik tersebut, JAPFA kembali menggelar Apresiasi Karya Jurnalistik JAPFA (AKJJ) 2026. Kegiatan yang diselenggarakan untuk ketiga kalinya ini mengangkat tema “18 Tahun JAPFA for Kids: Kolaborasi untuk Generasi Penerus Bangsa – Dari Data, Fakta, hingga Cerita Lapangan”.

Melalui AKJJ 2026, JAPFA berharap semakin banyak karya jurnalistik yang mampu memperluas pemahaman masyarakat terkait pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi anak Indonesia.

“Kolaborasi lintas sektor menjadi elemen penting dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Kami berharap sinergi antara dunia usaha, media, tenaga kesehatan, sekolah, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi mendukung tumbuh kembang generasi penerus bangsa,” tutup Rachmat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....