Gol A Gong: Orang Tua Harus Adaptif Bangun Literasi Digital Keluarga

  • 26 Jul 2026 21:09 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Sidoarjo – Duta Baca Indonesia, Gol A Gong, mengajak para orang tua untuk mengubah cara pandang dalam menumbuhkan budaya literasi di era digital. Menurutnya, keluarga perlu menyesuaikan pola pendampingan dengan perkembangan zaman agar minat baca anak tetap tumbuh, meski tidak lagi terbatas pada buku cetak.

Hal itu disampaikan Gol A Gong dalam Seminar Literasi bertajuk Kiat Menumbuhkan Budaya Literasi di Era Digital pada Lingkungan Keluarga yang digelar di Kampung Sang Pembelajar, Tulangan Sidoarjo, Minggu, 26 Juli 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan pegiat literasi dari berbagai kalangan untuk berbagi pengalaman membangun budaya baca di lingkungan keluarga.

Gol A Gong mengatakan setiap generasi memiliki karakter yang berbeda sehingga orang tua tidak seharusnya memandang negatif anak-anak Generasi Z maupun Generasi Alpha yang akrab dengan teknologi digital. Menurutnya, aktivitas membaca kini telah berkembang, tidak hanya melalui buku fisik, tetapi juga melalui buku elektronik, media sosial, video, hingga film.

"Setiap zaman ada orangnya dan setiap orang ada zamannya. Orang tua harus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Jangan selalu berprasangka buruk kepada anak-anak karena mereka juga membaca melalui media digital," ujarnya.

Ia menilai orang tua perlu menghadirkan aktivitas literasi yang dekat dengan keseharian anak. Salah satunya dengan mengajak anak berkunjung ke toko buku, memberikan penghargaan atas kebiasaan membaca, hingga membuat tantangan kreatif seperti memotret tempat bersejarah atau lokasi menarik di kota, kemudian menuliskan keterangan yang memuat unsur 5W+1H sebagaimana praktik dasar jurnalistik.

Menurut Gol A Gong, pendekatan tersebut tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis, menulis, dan membangun etika bermedia sosial. Dengan begitu, anak terdorong memanfaatkan ruang digital untuk menghasilkan konten yang lebih bermanfaat.

Sementara itu, Pegiat Literasi Sidoarjo sekaligus Inisiator Kampung Sang Pembelajar Tulangan Sidoarjo, Wibowo P.H, mengatakan kehadiran gawai telah menjadi tantangan baru bagi keluarga dalam menumbuhkan minat baca, terutama terhadap buku fisik. Karena itu, diperlukan strategi pendampingan yang tepat agar teknologi tidak menjadi penghambat budaya literasi.

Wibowo menjelaskan seminar tersebut sengaja menghadirkan Gol A Gong untuk memberikan inspirasi kepada keluarga muda di Surabaya dan Sidoarjo mengenai cara mendampingi anak menghadapi perkembangan teknologi. Ia berharap pengalaman Gol A Gong dalam membangun kebiasaan literasi di lingkungan keluarga dapat menjadi contoh yang dapat diterapkan masyarakat.

"Kami ingin keluarga muda mendapatkan kiat dan strategi yang bisa diterapkan di rumah. Harapannya, pengalaman beliau dalam mendidik anak-anak dapat menginspirasi masyarakat untuk membangun budaya literasi sejak dari keluarga," kata Wibowo.

Seminar ini menjadi pengingat bahwa penguatan budaya literasi di era digital tidak cukup hanya mengandalkan sekolah. Peran keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama dinilai tetap menjadi kunci dalam membentuk kebiasaan membaca, berpikir kritis, dan bijak memanfaatkan teknologi digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....