BPJS Watch Soroti Pendekatan Cek Kesehatan Gratis
- 07 Mei 2026 18:35 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- BPJS Watch menilai sosialisasi Program CKG masih perlu diperkuat.
- Literasi kesehatan dan digital masyarakat dinilai masih menjadi tantangan pelaksanaan CKG.
- BPJS Watch mendorong pemerintah melakukan pendekatan jemput bola kepada masyarakat.
- Transparansi pelaksanaan program dinilai penting untuk membangun kepercayaan publik.
- Program CKG dinilai penting untuk pencegahan dan deteksi dini penyakit.
RRI.CO.ID, Surabaya - Ketua BPJS Watch sekaligus pemerhati Jaminan Sosial Nasional (JKN), Arief Supriyono menilai pendekatan pemerintah kepada masyarakat dalam pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) masih perlu diperkuat agar partisipasi masyarakat semakin meningkat.
Menurut Arief, upaya sosialisasi dan pendekatan langsung kepada masyarakat menjadi hal penting, mengingat tingkat literasi kesehatan dan literasi digital masyarakat masih beragam. Sementara itu, pelaksanaan program CKG saat ini juga mulai memanfaatkan sistem berbasis digital.
“Kalau ingin meningkatkan minat masyarakat untuk mengakses program cek kesehatan gratis, tentu sistemnya harus diperbaiki. Literasi masyarakat kita juga masih rendah, apalagi program ini sudah menggunakan perangkat digital,” ujar Arief dalam Dialog Aspirasi Pro1 RRI Surabaya, Kamis, 7 Mei 2026.
Ia menilai pemerintah perlu melakukan pendekatan jemput bola melalui sosialisasi yang lebih masif dan aktivitas rutin di lingkungan masyarakat agar program lebih dikenal dan mudah diakses warga.
“Harus ada upaya jemput bola dari pemerintah, sosialisasi yang masif, kemudian melakukan aktivitas rutin di masyarakat supaya program ini benar-benar dikenal,” katanya.
Selain itu, Arief juga menekankan pentingnya transparansi pelaksanaan program kepada masyarakat. Menurutnya, keterbukaan informasi dapat membantu membangun kepercayaan publik terhadap program CKG.
“Pemerintah juga perlu memberikan pelaporan yang transparan dan edukatif kepada masyarakat. Dari situ akan terbangun kepercayaan bahwa cek kesehatan gratis ini benar-benar program yang ditujukan untuk masyarakat,” ujarnya.
Arief mengatakan sektor kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang pemenuhannya dijamin negara. Karena itu, pendekatan layanan kesehatan dinilai tidak cukup hanya berfokus pada pengobatan atau kuratif, tetapi juga perlu diperkuat melalui upaya preventif dan promotif.
“Selama ini pendekatan kepada masyarakat berkaitan dengan program JKN dirasa belum terlalu dekat. Kalau hanya kuratif saja sangat kurang. Harus ada pendekatan preventif dan promotif melalui program CKG ini,” tuturnya.
| Baca juga: Jimpitan Hidupkan Solidaritas Surabaya |
Ia juga mengingatkan agar anggaran program yang disebut mencapai sekitar Rp5 triliun per tahun dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran untuk membangun budaya pencegahan penyakit di masyarakat.
“Alangkah baiknya anggaran kesehatan lebih banyak digunakan untuk upaya pencegahan, sehingga beban pembiayaan pengobatan tidak semakin berat,” kata Arief.
Program CKG sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat layanan kesehatan promotif dan preventif melalui deteksi dini berbagai risiko penyakit di masyarakat.
Pemeriksaan kesehatan rutin dinilai penting untuk membantu menekan angka penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung yang masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....