Pencegahan Tekan Beban Kesehatan Nasional

  • 23 Apr 2026 10:19 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Upaya mengatasi krisis layanan kesehatan di Indonesia tidak cukup hanya dengan menambah tenaga medis, tetapi juga perlu diperkuat melalui langkah pencegahan penyakit di masyarakat. Ketua BPJS Watch yang juga pemerhati jaminan sosial nasional dan konsultan publik Arief Supriyono, menegaskan negara harus hadir dalam menjamin layanan kesehatan sebagai hak dasar masyarakat.

“Negara harus hadir, utamanya dalam sektor kesehatan yang menjadi hak dasar masyarakat Indonesia. Namun solusi tidak hanya dari sisi layanan, tetapi juga dari upaya pencegahan,” ujarnya saat menjadi narasumber dialog Aspirasi Pro 1 RRI Surabaya, Rabu, 22 April 2026.

Menurut Arief, pendekatan preventif dan promotif menjadi kunci untuk menekan beban kesehatan, terutama akibat meningkatnya penyakit tidak menular.

Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan sekitar 70 persen lebih kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit tidak menular, seperti stroke, jantung, diabetes, kanker, dan hipertensi.

Kondisi ini dipengaruhi pola hidup masyarakat, seperti kurang aktivitas fisik, konsumsi gula berlebih, serta kebiasaan merokok. Sementara itu, data BPJS Kesehatan mencatat penyakit katastropik seperti jantung, kanker, stroke, dan gagal ginjal menyerap lebih dari seperlima total pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional, dengan nilai mencapai puluhan triliun rupiah setiap tahun.

“Dengan pola hidup saat ini, banyak penyakit tidak menular yang muncul. Karena itu, upaya pencegahan dan edukasi kesehatan menjadi sangat penting,” kata Arief.

Ia menambahkan, selain tanggung jawab negara dalam menyediakan layanan kesehatan, masyarakat juga perlu berperan aktif menjaga kesehatan untuk menekan risiko penyakit. “Ini menjadi tanggung jawab bersama. Negara menyediakan layanan, tetapi masyarakat juga harus ikut mencegah munculnya penyakit,” katanya.

Dengan penguatan upaya promotif dan preventif, diharapkan angka penyakit tidak menular dapat ditekan, sekaligus mengurangi beban pembiayaan negara dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan secara menyeluruh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....