Pemkot Surabaya Kerahkan Sembilan Satgas Perbaikan Jalan

  • 23 Feb 2026 12:46 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya mempercepat penanganan jalan berlubang di seluruh wilayah. Sebanyak sembilan tim Satgas dikerahkan dengan kapasitas 60 ton hotmix per hari.

Percepatan dilakukan melalui patroli rutin dan kanal pengaduan resmi. Setiap laporan warga ditindaklanjuti tanpa menunggu lama.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Syamsul Hariadi, menegaskan komitmen tersebut. Menurutnya, Satgas khusus dibentuk di DSDABM.

"Jadi di Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) itu juga punya Satgas Khusus untuk perbaikan jalan, sama seperti di Satgas Drainase. Sehingga setiap ada laporan atau temuan di lapangan, tim bisa langsung bergerak cepat tanpa harus menunggu lama," ujar Syamsul, Senin, 23 Februari 2026.

Ia menjelaskan sembilan tim terbagi dalam lima rayon pengawasan. Mereka berkeliling memantau kondisi jalan di Kota Surabaya.

"Kalau ada jalan berlubang itu dilaporkan, kemudian langsung ditindaklanjuti. Itu untuk percepatan perbaikan jalan, supaya masyarakat tidak terlalu lama terganggu aktivitasnya," tegasnya.

Anggaran pemeliharaan rutin jalan tahun ini sekitar Rp40 miliar. Nilainya relatif sama dengan tahun sebelumnya.

Kepala DSDABM Surabaya, Hidayat Syah, memastikan respons dilakukan secepat mungkin. Tim langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan.

"Yang pasti kami langsung turun. Jadi begitu ada laporan atau temuan, tim segera kami arahkan ke lokasi agar kerusakan jalan tidak semakin melebar dan membahayakan pengguna jalan,” ujar Hidayat.

Ia menambahkan jumlah tim ditingkatkan menjadi sembilan termasuk Unit Reaksi Cepat. Tiga tim tambahan disiagakan pada malam hari selama Ramadan.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Dedy Purwito, menyebut kapasitas harian mencapai 50-60 ton hotmix. Setiap tim dilengkapi truk, pickup, stamper, dan roller.

"Kami harapkan juga partisipasi warga untuk memberikan laporan kaitan dengan jalan-jalan yang rusak atau berlubang. Partisipasi warga bisa melalui aplikasi WargaKu, atau juga telepon ke 112, sehingga kami bisa segera menurunkan tim ke lokasi," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....