Pemkot Surabaya Intensifkan Sidak Pasar Jelang Ramadan

  • 11 Feb 2026 20:34 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya mengintensifkan pemantauan harga dan stok bahan pokok. Langkah ini dilakukan menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.

Pemantauan menyasar pasar tradisional, distributor, pangkalan elpiji, dan toko modern. Kegiatan digelar di Pasar Wonokromo dan Pasar Pucang, Rabu, 11 Februari 2026.

Ketua Tim Kerja Pengendalian dan Distribusi Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kota Surabaya, Agung Supriyo Wibowo, mengatakan pengawasan dilakukan menyeluruh. Fokusnya menjaga stabilitas harga, distribusi, dan keamanan pangan.

“Menjelang Ramadan dan Idulfitri, kami fokus melakukan pengawasan harga dan ketersediaan bahan pokok penting, sekaligus memastikan keamanan pangan. Kami juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha agar tidak menahan pasokan maupun melakukan penimbunan,” kata Agung.

Hasil pemantauan menunjukkan harga relatif stabil dengan beberapa penyesuaian. Komoditas terdampak antara lain cabai, bawang merah, telur ayam, dan ayam ras.

Harga cabai naik dari sekitar Rp40.000 menjadi Rp80.000–Rp85.000 per kilogram. Kenaikan terjadi dalam dua pekan terakhir.

Bawang merah dan telur ayam juga mengalami kenaikan terbatas. Masing-masing naik sekitar Rp5.000 dan Rp3.000 per kilogram.

Agung menjelaskan kenaikan cabai dipengaruhi faktor cuaca di daerah penghasil. Curah hujan tinggi menyebabkan banyak tanaman rusak dan membusuk.

“Untuk cabai memang agak sulit dikendalikan karena dipengaruhi cuaca. Tapi berdasarkan informasi dari Kementerian Pertanian, pada Maret nanti diperkirakan akan ada panen raya secara nasional, termasuk di Jawa Timur, sehingga diharapkan harga bisa kembali stabil,” ujarnya.

Pemerintah Kota Surabaya juga memantau distribusi elpiji tiga kilogram yang sempat terlambat. Pasokan kini datang setiap dua hingga tiga hari.

Harga elpiji dipastikan tetap sesuai ketentuan dan tidak naik. Untuk beras premium, terjadi penyesuaian sekitar Rp1.000 per kilogram.

Indeks ketersediaan pangan Surabaya tercatat di angka 6,8. Angka tersebut menunjukkan kondisi relatif aman dan stabil.

“Ketersediaan pangan di Surabaya dipastikan mencukupi, bahkan indeks ketersediaan pangan saat ini berada di angka 6,8, yang menunjukkan kondisi relatif aman dan stabil,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....