Pemkot Surabaya Intensifkan Pasar Murah untuk Jaga Harga
- 02 Feb 2026 18:05 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya mengintensifkan Pasar Murah menjelang Imlek dan Ramadan 2026.Langkah ini menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah, serta Perdagangan.Pasar Murah ditingkatkan agar kebutuhan pokok tetap terjangkau masyarakat.Kepala Dinkopumdag Surabaya, Mia Santi Dewi, menyebut Pasar Murah digelar lebih masif.
Kegiatan berlangsung serentak di 31 kecamatan selama Ramadan.Selain itu, Pasar Murah juga dilaksanakan di dua lokasi setiap hari.Kebijakan ini menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan.
“Di bulan Ramadan, intensitas Pasar Murah kami tingkatkan,” kata Mia, Senin, 2 Februari 2026.
Berdasarkan pemantauan harga per 2 Februari 2026, kondisi pasar relatif stabil. Data bersumber dari Sistem Informasi Harga Pokok Jawa Timur.
Harga beras premium tercatat Rp15.416 per kilogram dan tidak berubah. Beras medium menjadi Rp12.750 per kilogram atau naik 0,66 persen.
Harga gula kristal putih stabil Rp16.833 per kilogram. Minyak goreng curah berada di Rp19.916 per kilogram.
Minyak goreng kemasan premium menjadi Rp18.500 per liter. Minyakita turun tipis menjadi Rp15.966 per liter.
Harga daging sapi paha menjadi Rp116.666 per kilogram atau naik 1,45 persen. Daging ayam ras turun menjadi Rp36.500 per kilogram.
Ayam kampung tercatat Rp64.166 per ekor.Harga telur ayam ras stabil di kisaran Rp28.000 per kilogram.
Komoditas cabai menjadi perhatian karena fluktuasi pasokan.Cabai rawit merah tercatat Rp61.166 per kilogram.
Cabai merah keriting turun menjadi Rp30.166 per kilogram.Cabai merah besar juga turun menjadi Rp26.500 per kilogram.
“Harga cabai fluktuatif akibat cuaca dan permintaan meningkat,” ujar Mia.
Pemkot memastikan pasokan aman melalui Pasar Murah dan Operasi Pasar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....