Pemkot Surabaya Terapkan Parkir Digital di Zona 1

  • 23 Jan 2026 07:35 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya mulai menerapkan parkir digital di kawasan Zona 1. Dishub Surabaya melakukan sosialisasi kebijakan tersebut pada Kamis, 22 Januari 2026.

Pemkot Surabaya menerapkan parkir digital untuk meningkatkan transparansi dan kualitas pelayanan. Kebijakan ini menjadi bagian dari modernisasi sistem perparkiran kota.

Kepala UPT Parkir Tepi Jalan Umum Dishub Surabaya, Jeane Mariane Taroreh, menjelaskan tahapan persiapan kebijakan tersebut. Dishub lebih dulu melakukan validasi dan pendataan juru parkir.

Dishub juga mendaftarkan rekening Bank Jatim bagi seluruh juru parkir. Langkah ini menjadi syarat penerapan sistem parkir digital.

“Kenapa harus membuatkan rekening sekaligus aktivasi kartu ATM-nya? Karena itu satu persyaratan untuk penerapan parkir digital,” kata Jeane.

Ia menjelaskan, petugas parkir dibekali aplikasi Smart Parking Solution. Sistem tersebut membagi pendapatan parkir secara otomatis melalui perbankan.

“Pendapatan parkir jukir bisa tersplit secara langsung dari perbankan, 60 persen ke pemkot dan 40 persennya untuk petugas parkir,” ujarnya.

Setelah proses administrasi selesai, Dishub melakukan pendekatan langsung ke lapangan. Langkah ini mempercepat realisasi parkir digital pada Januari 2026.

“Kami keliling menjemput bola petugas parkir di lokasi-lokasi parkir,” kata Jeane. Ia memastikan pembayaran diterima petugas pada H+1 melalui rekening masing-masing.

Penerapan parkir digital difokuskan di Zona 1. Kawasan tersebut meliputi Jalan Tanjung Anom, Blauran, dan Genteng Besar.

“Kami utamakan Zona 1 karena permintaan masyarakat sangat tinggi,” jelas Jeane. Kawasan ini menjadi pusat perdagangan dan wisata Tunjungan Romansa.

Jeane berharap parkir digital mempermudah masyarakat sekaligus meningkatkan transparansi. Ia juga mengajak warga mendukung kebijakan tersebut.

Pembayaran parkir digital dapat menggunakan e-money atau QRIS. Pengguna akan menerima struk sebagai bukti transaksi resmi.

“Dengan alat ini, masyarakat lebih nyaman dan lebih mudah,” ujar Jeane. Ia menyebut sistem tersebut masih akan dievaluasi dan disosialisasikan.

Petugas parkir Jalan Tanjung Anom, Muhammad Afnan, menyebut aplikasinya mudah digunakan. Ia mengatakan banyak pengguna memilih pembayaran digital.

Pengguna parkir, Intan, mengaku terbantu dengan sistem tersebut. “Jadi enak pakai QRIS, lebih praktis,” katanya.

Riansyah Wahyu Pratama juga menilai parkir digital lebih transparan. “Kalau Rp2 ribu ya Rp2 ribu,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....