Pemkot Surabaya Salurkan 200 Becak Listrik Bantuan Presiden

  • 22 Jan 2026 15:49 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerima bantuan 200 unit becak listrik dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).

Serah terima bantuan dilakukan Ketua Umum Yayasan GSN Letjen (Purn) Dr. Teguh Arief Indratmoko kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, disaksikan Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur Cahyo Harjo Prakoso serta ratusan penerima manfaat di Halaman Balai Kota Surabaya, Kamis, 22 Januari 2026.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas bantuan tersebut. Ia menegaskan program ini sejalan dengan fokus Pemkot Surabaya dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan pengentasan kemiskinan.

“Alhamdulillah, hari ini 200 becak listrik bantuan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto telah diserahkan. Ini sangat membantu warga kami, terutama dalam upaya menurunkan angka kemiskinan di Kota Surabaya,” ujar Eri Cahyadi.

Menurutnya, becak listrik akan difokuskan sebagai becak wisata dan ditempatkan di kawasan Kota Lama Surabaya serta sejumlah titik wisata sejarah lainnya, seperti Jalan Tunjungan dan kawasan Peneleh.

“Rutenya akan kita atur. Becak listrik ini tidak boleh beroperasi di jalan protokol, tetapi dimaksimalkan di kawasan wisata. Pengemudi juga akan kami lengkapi dengan seragam atau rompi agar lebih rapi,” tambahnya.

Ia berharap pemanfaatan becak listrik mampu memberikan kenyamanan bagi wisatawan, mengurangi polusi, sekaligus meningkatkan pendapatan pengemudi becak.

Wali Kota yang akrab disapa Cak Eri itu juga berpesan agar para penerima manfaat menjaga dan merawat becak listrik dengan baik serta tidak memperjualbelikannya.

“Bantuan ini harus dirawat, tidak boleh dijual, dan tidak digunakan untuk hal negatif. Manfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tegasnya.

Terkait pengisian daya, Eri Cahyadi menyampaikan Pemkot Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) akan bekerja sama dengan PT PLN (Persero) untuk menyediakan titik pengisian daya di pangkalan becak wisata.

“Kami akan berkoordinasi dengan PLN untuk memetakan lokasi yang memungkinkan dipasang fasilitas pengisian daya,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan GSN Letjen (Purn) Dr. Teguh Arief Indratmoko mengatakan program becak listrik berangkat dari kepedulian Presiden Prabowo terhadap pengemudi becak lansia yang masih mengayuh secara manual.

“Bantuan ini murni dari kantong pribadi Bapak Prabowo, bukan dari APBN atau dana negara. Beliau ingin memuliakan para pengemudi becak agar tidak lagi kelelahan di usia senja,” jelas Teguh.

Ia menambahkan, secara nasional Presiden Prabowo menargetkan pengadaan hingga 80.000 unit becak listrik sampai tahun 2027, dengan Surabaya menjadi salah satu kota prioritas.

Salah satu penerima bantuan, Yasak, warga Rungkut Tengah, mengaku terharu menerima becak listrik tersebut. “Saya sudah jadi tukang becak sejak tahun 70-an. Terima kasih Pak Prabowo, sekarang saya tidak perlu capek mengayuh lagi,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....