Horok-Horok, Jajanan Tradisional Khas Jawa Timur yang Mulai Langka

  • 11 Agt 2026 14:28 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Indonesia memiliki beragam jajanan tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan kuliner daerah. Salah satunya adalah horok-horok, jajanan pasar tradisional yang dikenal sebagai salah satu kudapan jadul khas Jawa Timur. Mengutip dari laman e-katalog UMKM, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidorjo, porong.sidoarjokab.go.id, "Horok-horok" merupakan istilah yang digunakan dalam bahasa Jawa untuk menyebut makanan tradisional berbahan dasar singkong yang diolah menjadi bubur atau campuran yang khas.

Horok-horok memiliki tekstur yang lembut dan cita rasa manis dan gurih dengan tekstur kenyal, serta biasanya disajikan bersama parutan kelapa dan siraman gula merah, juga daun pandan untuk memberikan aroma harum yang khas. Makanan ini seringkali disajikan sebagai camilan atau hidangan ringan di berbagai daerah di Jawa, Indonesia.

Proses pembuatannya cukup mudah yakni dengan cara merebus singkong kemudian dihaluskan. Horok-horok biasanya memiliki tekstur yang lembut dan cita rasa yang khas, karena ditambahkan dengan campuran gula merah, kelapa parut, dan juga daun pandan untuk memberikan aroma yang khas.

Setiap daerah mungkin memiliki cara pembuatan dan variasi rasa yang sedikit berbeda untuk horok-horok, tetapi umumnya, hidangan ini terkait erat dengan penggunaan singkong yang diolah menjadi hidangan yang lezat dan khas dalam tradisi kuliner Jawa. Horok-horok Jawa Timur memiliki bentuk dan cara pengolahan yang berbeda dengan horok-horok khas Jepara. Jika horok-horok Jepara menggunakan tepung aren dan cenderung memiliki rasa gurih atau asin, horok-horok khas Jawa Timur menggunakan bahan dasar tepung beras, gula, dan pewarna makanan.

Perbedaan bahan tersebut menghasilkan karakter rasa dan tekstur yang berbeda pula. Bahan utama untuk membuat horok-horok relatif sederhana. bahan yang digunakan antara lain tepung beras, gula pasir, air panas, serta pewarna makanan. Sebagai pelengkap digunakan kelapa parut, garam, gula merah, air, dan daun pandan.

Penggunaan bahan-bahan sederhana tersebut menunjukkan karakter jajanan tradisional Indonesia yang banyak memanfaatkan bahan pangan yang mudah diperoleh masyarakat. Kelapa parut memberikan rasa gurih, sedangkan gula merah memberikan rasa manis sekaligus aroma khas.

Pembuatan horok-horok dilakukan melalui proses pengukusan. Tepung beras terlebih dahulu dicampur dengan gula dan air panas hingga membentuk adonan. Adonan kemudian dapat dibagi menjadi beberapa bagian dan diberi warna, misalnya merah muda dan hijau.

Setelah itu, adonan dikukus hingga matang. Adonan yang telah matang kemudian didinginkan dan diparut menggunakan parutan kasar sehingga menghasilkan bentuk khas horok-horok. Setelah diparut, adonan dikukus kembali bersama kelapa parut yang telah diberi sedikit garam. Proses ini menghasilkan tekstur kenyal sekaligus cita rasa gurih dari kelapa.

Salah satu daya tarik horok-horok adalah perpaduan rasa manis dan gurih. Rasa manis berasal dari gula yang terdapat dalam adonan serta siraman gula merah, sedangkan rasa gurih berasal dari kelapa parut. Horok-horok biasanya disajikan sebagai camilan atau hidangan pencuci mulut. Jajanan ini juga dapat dinikmati bersama jajanan tradisional lainnya seperti cenil, lupis, gatot, dan tiwul.

Kombinasi tersebut membuat horok-horok menjadi bagian dari sajian jajanan pasar yang kaya rasa dan tekstur.

Horok-horok dahulu cukup mudah ditemukan diantara jajanan pasar tradisional. Namun, seiring berkembangnya berbagai makanan modern, keberadaan penjual horok-horok semakin jarang. Kondisi tersebut membuat horok-horok menjadi salah satu jajanan tradisional yang perlu dikenalkan dan dilestarikan.

Keberadaan jajanan seperti horok-horok tidak hanya penting dari sisi kuliner, tetapi juga sebagai bagian dari warisan budaya masyarakat. Resep, cara pembuatan, serta cara penyajiannya merupakan pengetahuan tradisional yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Melestarikan horok-horok dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari mengenalkannya kepada generasi muda, membuatnya di rumah, hingga menjualnya kembali sebagai produk jajanan tradisional. Pengemasan yang lebih menarik juga dapat dilakukan tanpa menghilangkan karakter tradisionalnya.

Horok-horok merupakan contoh bahwa jajanan sederhana dapat memiliki nilai budaya yang tinggi.

Dengan mempertahankan keberadaannya, masyarakat turut menjaga keberagaman kuliner tradisional Jawa Timur agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

Keberadaan horok-horok yang semakin jarang ditemukan menjadi alasan penting untuk terus memperkenalkan dan melestarikannya. Tidak hanya sebagai makanan, horok-horok juga merupakan bagian dari kekayaan budaya kuliner Nusantara yang patut dijaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....