Telur Pindang: Telur Rebus dengan Cita Rasa Rempah yang Khas
- 10 Sep 2026 15:00 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Telur pindang merupakan salah satu olahan telur tradisional Indonesia yang memiliki tampilan dan cita rasa khas. Berbeda dengan telur rebus biasa, telur pindang dimasak menggunakan campuran berbagai bahan seperti daun jati, kulit bawang merah, daun salam, lengkuas, garam, dan rempah lainnya. Proses perebusan yang cukup lama membuat bagian luar putih telur berubah warna menjadi kecokelatan dengan pola seperti marmer.
Telur pindang banyak ditemukan sebagai pelengkap berbagai hidangan tradisional, terutama di wilayah Jawa. Rasanya yang gurih dengan aroma rempah membuat telur ini cocok disantap bersama nasi, gudeg, nasi liwet, atau berbagai masakan lainnya.
Meskipun diolah dengan cara tradisional, bahan utama telur pindang tetap memiliki kandungan gizi yang berasal dari telur. Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan menjelaskan bahwa telur merupakan sumber protein hewani yang juga mengandung berbagai zat gizi.
Seperti dilansir dari website keslan.kemkes.go.id dalam salah satu artikelnya, Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa 100 gram atau sekitar dua butir telur ayam mengandung 154 kkal energi, 12,4 gram protein, dan 10,8 gram lemak, selain sejumlah mineral seperti kalsium.
Salah satu daya tarik utama telur pindang adalah warna cokelat pada bagian putih telurnya. Warna tersebut berasal dari bahan-bahan yang digunakan selama proses perebusan, terutama bahan yang mengandung pigmen alami seperti daun jati dan kulit bawang merah. Selain memberikan warna, penggunaan berbagai rempah juga membuat telur pindang memiliki aroma dan rasa yang lebih kompleks dibandingkan telur rebus biasa.
Dalam proses pembuatannya, telur biasanya direbus terlebih dahulu hingga matang. Setelah itu, kulit telur dapat sedikit diremukkan tanpa dikupas. Telur kemudian direbus kembali bersama campuran rempah dan bahan pewarna alami. Retakan pada cangkang memungkinkan warna dan rasa dari kuah pindang meresap ke permukaan putih telur sehingga menghasilkan motif khas menyerupai marmer.
Telur pindang tidak hanya menarik dari sisi rasa, tetapi juga menunjukkan bagaimana masyarakat Indonesia memanfaatkan bahan-bahan sederhana di sekitar untuk menghasilkan makanan yang khas. Penggunaan daun, kulit bawang, dan rempah dalam proses memasak menjadi salah satu contoh kekayaan teknik pengolahan pangan tradisional. Telur yang pada dasarnya merupakan bahan pangan sederhana dapat memiliki tampilan, aroma, dan cita rasa berbeda setelah melalui proses pengolahan tertentu.
Telur pindang membuktikan bahwa makanan tradisional tidak selalu membutuhkan bahan yang mahal atau rumit. Dengan telur dan berbagai bahan alami yang mudah ditemukan, masyarakat dapat menghasilkan makanan dengan warna, aroma, dan rasa yang unik. Lebih dari sekadar lauk, telur pindang juga menjadi bagian dari kekayaan kuliner Nusantara. Di tengah semakin beragamnya makanan modern, olahan tradisional seperti telur pindang tetap menarik untuk dikenalkan dan dilestarikan.
Jadi, ketika melihat telur dengan warna cokelat bermotif seperti marmer di atas sepiring nasi, bisa jadi itu bukan telur rebus biasa, melainkan telur pindang—olahan sederhana yang menyimpan cita rasa dan tradisi kuliner Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....