Wyndham Surabaya Angkat Cita Rasa Khas Daerah di Suroboyoan Business Lunch
- 10 Sep 2026 22:16 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Surabaya dikenal memiliki kekayaan kuliner yang beragam, mulai dari makanan berat hingga jajanan tradisional. Sejumlah hidangan khas seperti penyetan, rawon, tahu campur, lontong balap, tahu tek hingga berbagai minuman tradisional seperti angsle, ronde dan wedang-wedangan disiapkan untuk membawa pengalaman kuliner Surabaya ke dalam hotel.
Langkah ini dilakukan Wyndham Surabaya dengan resmi memperkenalkan paket makan siang "Suroboyoan Business Lunch Buffet" di Tangerine Restaurant. Program ini menyajikan beragam hidangan khas Kota Pahlawan yang dikurasi khusus oleh tim kuliner hotel.
Sajian tersebut dikemas dengan presentasi elegan tanpa menghilangkan karakter rasa autentik daerah. Langkah ini bertujuan memperkenal cita rasa lokal kepada tamu hotel, wisatawan, maupun masyarakat umum.
General Manager Wyndham Surabaya, George Wenur, menyatakan bahwa kuliner merupakan bagian penting dari identitas kota. Wyndham Surabaya berharap program baru ini dapat memperkaya pilihan kuliner sekaligus memberikan pengalaman bersantap berstandar internasional.
"Melalui Suroboyoan Business Lunch Buffet, kami ingin membawa kekayaan rasa Surabaya ke pengalaman bersantap di hotel sekaligus memperkenalkannya kepada lebih banyak tamu dan wisatawan," katanya, Kamis, 10 September 2026.
Keragaman kuliner Surabaya itu menjadi inspirasi Head Chef Tatang untuk menghadirkan cita rasa khas Surabaya dalam sajian di Wyndham Surabaya. Menurutnya, kekayaan kuliner Surabaya menjadi hal utama yang ingin ditonjolkan. Tidak hanya dari banyaknya pilihan makanan, tetapi juga dari cita rasa yang menjadi karakter kuliner kota tersebut.
“Karena memang yang ingin saya angkat dari Surabaya ini adalah pesta kulinernya. Variasi makanannya sangat beragam dan rasanya juga luar biasa. Itu yang ingin saya hadirkan di hotel,” katanya.
Bagi Chef Tatang, menghadirkan kuliner khas Surabaya di hotel juga menjadi cara untuk memberikan pilihan bagi tamu yang ingin menikmati makanan lokal tanpa harus keluar mencari kuliner di luar hotel. Ia menyebut pengaruh kuliner dari berbagai daerah di sekitar Surabaya turut memperkaya karakter makanan yang ingin dihadirkan.
“Saya pakai tema Surabaya karena memang orang mengenal Surabaya sebagai kota dengan masakan yang beragam dan kualitas rasanya juga tidak perlu diragukan lagi. Kita terpengaruh oleh dua kubu makanan, dari Lamongan dan juga Madura, yang sama-sama punya kiblat sendiri-sendiri dan rasanya juga mantap,” lanjutnya.

Konsep tersebut kemudian diterapkan pada sajian makan siang. Menurut Chef Tatang, waktu makan siang memiliki peluang tersendiri karena pilihan kuliner yang ditawarkan sejumlah tempat cenderung lebih banyak pada malam hari.
“Saya hadirkan untuk makan siang, karena makan siang justru jarang diolah oleh tempat-tempat lain untuk ditampilkan sebagai pilihan kuliner. Kalau makan malam, pilihannya memang lebih banyak. Tapi kalau siang, orang kadang bingung, ‘Aduh, mau ke mana ya? Mau makan apa ya?" ujarnya.
Selain memperkenalkan kuliner Surabaya, Chef Tatang berharap sajian tersebut dapat menjadi awal untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan para tamu. Ia ingin mendapatkan masukan secara langsung mengenai menu yang disajikan maupun potensi kuliner Surabaya lainnya yang bisa dikembangkan.
“Harapan saya yang paling utama adalah saya bisa mendapatkan minimal orang yang mau mencoba dulu, makan dulu, merasakan dulu. ‘Oh, enak. Wyndham Surabaya menghadirkan ini dan rasanya enak.’ Setelah itu, yang paling utama, mereka bisa loyal dengan saya," tutur Chef Tatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....