Makanan Khas Imlek yang Wajib Ada dan Penuh Makna
- 06 Feb 2026 10:34 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili akan segera tiba. Moment perayaan Imlek identik dengan tradisi berkumpul di rumah yang dituakan, sembahyang dan makan bersama dengan keluarga besar. Tahun baru Imlek merupakan perayaan pergantian tahun menurut penanggalan Lunar Calendar dari Tiongkok. Di Indonesia, perayaan Imlek bukan hanya menjadi momen bagi warga Tionghoa, tetapi telah menjadi bagian dari budaya dan dirayakan oleh berbagai kalangan. Seperti layaknya perayaan-perayaan hari besar lainnya di Indonesia, Tahun baru Imlek biasanya dirayakan secara meriah oleh komunitas warga keturunan Tionghoa dengan serangkaian acara adat dan kumpul keluarga.
Beragam makanan khas Tiongkok bermakna simbolik disajikan dalam jamuan makan. Setiap makanan khas Imlek mempunyai makna tersendiri. Berikut adalah menu makanan yang wajib ada saat perayaan Tahun baru Imlek diantaranya Kue Keranjang atau disebut juga sebagai Nian Gao, Kue Lapis atau lapis legit, Siu Mie (Mie Goreng), Bebek atau Ayam Panggang, Babi Panggang, Ikan Bandeng, Telur yang direbus dengan Teh, Yu Sheng adalah masakan khas Imlek berupa salad dan ikan segar.
Salad ini berisi irisan sayur seperti lobak putih, lobak hijau, biji wijen, dan wortel, serta ikan mentah, Pangsit Dumpling (Jiaozi) atau pangsit cina dikenal juga dengan nama Jiaozi, dan Manisan yang disajikan dalam wadah berbentuk Segi Delapan atau disebut Tray of Happiness.
Menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, setiap makanan yang disajikan saat moment perayaan Imlek memiliki makna yang tinggi untuk kehidupan di tahun yang baru. Seperti Kue Keranjang melambangkan ikatan keluarga yang erat, rukun, dan tekad yang bulat saat menjalani kehidupan di tahun yang baru. Sedangkan kue lapis melambangkan rejeki yang banyak atau berlapis-lapis. Harapannya, di tahun baru mendapat rezeki yang berlipat-lipat. Siu Mie (Mie Goreng) memiliki arti mie panjang umur.
Makanan yang punya nama lain Chang Shou Mian ini menjadi simbol dan harapan agar di tahun yang baru diberi umur yang panjang. Bebek atau Ayam Panggang, melambangkan kesetiaan dan ketaatan. Harapannya, agar di tahun yang baru keluarga tetap utuh dan hidup bahagia. Sedangkan Babi Panggang, Bagi masyarakat Tionghoa, babi panggang merupakan hidangan yang wajib dimakan oleh keluarga karena menjadi simbol kemakmuran dan keberuntungan. Ikan bandeng melambangkan keberuntungan dan sumber rezeki. Harapannya, di tahun yang baru akan mendapat rezeki berlimpah sepanjang tahun.
Sementara makna dari telur yang direbus dengan teh adalah sebagai simbol kesuburan dan kemakmuran. Sebelum makan, setiap anggota keluarga membaca doa “Nian Nian You Yu” yang artinya rezeki berlimpah sepanjang tahun. Setelah itu, Yu Sheng diaduk bersama-sama dan diangkat tinggi-tinggi. Semakin tinggi Anda mengangkat, semakin besar peluang semua keinginan Anda terwujud.
Pangsit Jiaozi memiliki bentuk menyerupai uang kuno Tiongkok, yaitu ingot perak. hidangan ini memiliki makna rezeki yang berlimpah. Tak ketinggalan, Manisan yang disajikan dalam wadah berbentuk Segi Delapan atau disebut Tray of Happiness memiliki makna kesuburan, kebahagiaan, dan kekeluargaan yang kuat. Wadah yang terdiri dari 8 buah tray melambangkan keberuntungan karena Masyarakat Tionghoa mempercayai bahwa angka 8 merupakan angka keberuntungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....