Semanggi Surabaya, Kuliner Legendaris yang Tetap Memikat Lidah

  • 04 Jul 2026 09:09 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • Semanggi Surabaya merupakan kuliner tradisional legendaris yang tetap eksis dan menjadi buruan pencinta kuliner otentik di tengah dominasi makanan modern dan cepat saji.
  • Pecel Semanggi terdiri dari daun semanggi kukus, kecambah segar, saus kental dari ketela rambat, kacang tanah, gula merah dan petis, serta kerupuk puli besar yang berfungsi sebagai alat penyendok.
  • Meskipun penjual semanggi gendong keliling semakin jarang, hidangan ini mulai diadopsi oleh pusat kuliner lokal, hotel, dan festival budaya untuk menjaga kelestarian warisan budaya bagi generasi muda.

RRI.CO.ID, Surabaya – Di tengah gempuran kuliner modern dan makanan cepat saji, eksistensi kuliner tradisional khas Kota Pahlawan, Semanggi Surabaya, terbukti tak pernah lekang oleh waktu. Makanan legendaris yang sarat akan nilai sejarah ini tetap menjadi buruan utama para pencinta kuliner yang merindukan cita rasa otentik masa lalu.

Sebuah potret hidangan semanggi yang siap saji tertangkap dalam gambar. Gambar tersebut memperlihatkan anatomi sempurna dari seporsi Pecel Semanggi yang disajikan secara tradisional di atas pincuk daun pisang.

Dalam sajian tersebut, terlihat jelas kombinasi elemen khas yang membuat kuliner ini begitu unik: Daun Semanggi dan Kecambah: Semanggi yang telah dikukus dipadukan dengan tauge (kecambah) segar sebagai pelengkap tekstur.

Bumbu Khas Ketela Rambat: Tersaji dalam bungkusan plastik, saus siraman semanggi ini terbuat dari campuran ketela rambat (ubi jalar), kacang tanah, gula merah, dan petis yang menghasilkan rasa manis-gurih yang khas. Kerupuk Puli: Tidak menggunakan sendok, hidangan ini didampingi oleh kerupuk puli (kerupuk beras) berukuran besar yang renyah, yang secara tradisional digunakan sekaligus sebagai alat sendok makanan.

Pecel Semanggi bukan sekadar makanan, melainkan identitas budaya bagi warga Surabaya. Kehadiran pincuk daun pisang seperti yang terlihat pada gambar tidak hanya berfungsi sebagai wadah, melainkan juga menambah aroma alami yang khas saat saus hangat disiramkan di atas sayuran.

“Dari dulu makan semanggi selalu nikmat. Karna tidak semua tempat bisa dijumpai, jadi ketika makan semanggi ini nikmatnya kayak nemu harta karun,” ujar Rosa penikmat Semanggi.

Meskipun penjual semanggi gendong keliling kini semakin jarang ditemui di pusat kota, hidangan ini mulai banyak diadopsi oleh pusat kuliner lokal, hotel, hingga festival budaya agar tetap bisa dinikmati oleh generasi muda. Bagi siapa saja yang berkunjung ke Surabaya, mencicipi seporsi semanggi adalah agenda wajib untuk merasakan langsung romansa kuliner masa lalu yang tetap bertahan hingga hari ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....