RSUP Kemenkes Surabaya Gelar Live Surgery Bedah Jantung Perdana
- 02 Okt 2026 19:15 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – RSUP Kemenkes Surabaya untuk pertama kalinya menggelar live surgery atau operasi jantung secara langsung, Jumat, 2 Oktober 2026. Kegiatan bertajuk When The Right Heart Goes Wrong ini menjadi bagian dari rangkaian Surabaya Health Fest 2026.
Agenda tersebut membahas penanganan kasus jantung, termasuk kondisi kegagalan jantung kanan. Ketua Pelaksana When The Right Heart Goes Wrong, dr. Irma Maghfirah, Sp.J.P., F.I.K.Kv.(K), mengatakan penanganan pasien jantung kompleks membutuhkan kolaborasi dokter jantung dan dokter bedah jantung.
“Untuk menangani satu pasien jantung saja tidak cukup hanya satu dokter. Apalagi yang kompleks membutuhkan diskusi tim, kita bilangnya heart team conference,” ujarnya.
Dalam konferensi tim, dokter membahas pilihan penanganan berdasarkan kondisi pasien, mulai obat-obatan, kateterisasi dan pemasangan ring, hingga operasi. Salah satu contoh yang dibahas adalah pasien gagal jantung akibat sumbatan pembuluh darah koroner.
Pada live surgery kali ini, pasien dengan sumbatan di sejumlah pembuluh koroner diputuskan menjalani operasi. Tindakan dilakukan menggunakan metode off pump, sehingga jantung tidak dihentikan selama operasi.
“Yang ingin kami tunjukkan, pada pasien dengan low EF atau fungsi jantung yang kecil, tetap bisa dilakukan operasi jantung. Kami melakukan operasi tanpa menghentikan jantung,” kata Irma.
Menurut Irma, live surgery ini pertama kali dilakukan RSUP Kemenkes Surabaya dan ditujukan khusus bagi tenaga medis. Pesertanya meliputi dokter jantung, dokter anestesi, dokter umum, hingga mahasiswa kedokteran.
Narasumber yang hadir antara lain Dr. dr. Dudy Arman Hanafy, Sp.BTKV Subsp.JD(K), MARS, FISA, FIATCVS, Staf Medik Fungsional Bedah Jantung Dewasa Pusat Jantung Nasional Harapan Kita dan Prof. Amelia dari RS Harapan Kita, dokter Maya dari RS Hasan Sadikin Bandung, serta dokter Luisa, dokter Lita, dokter Irma, dan dokter Natai dari RSUP Kemenkes Surabaya.
Dalam waktu kurang dari satu tahun, RSUP Kemenkes Surabaya telah melakukan sekitar 181 tindakan open heart surgery. Irma mengatakan kegiatan ini diharapkan memberi gambaran kepada dokter bahwa operasi jantung dapat dilakukan dengan dukungan tim dan pengalaman yang memadai.
Ia menyebut RSUP Kemenkes Surabaya juga banyak menerima pasien yang datang ketika fungsi jantungnya sudah menurun. Keterlambatan tindakan dapat membuat penyakit berkembang hingga stadium lanjut dan meningkatkan risiko kematian maupun komplikasi operasi.
Irma mengingatkan masyarakat untuk kontrol rutin jika sudah memiliki penyakit jantung. Bagi yang masih sehat, ia menyarankan pemeriksaan kesehatan berkala, olahraga, menjaga pola makan, dan tidak mengabaikan keluhan seperti nyeri dada, sesak saat aktivitas, atau jantung berdebar.
RSUP Kemenkes Surabaya juga menangani pasien mulai usia lima tahun, termasuk anak dengan kelainan jantung bawaan. Sementara itu, rangkaian edukasi jantung ini menjadi bagian dari upaya rumah sakit memperkuat layanan kanker, jantung, saraf, urologi, serta kesehatan ibu dan anak.
Ketua Pelaksana Rangkaian Surabaya Health Fest 2026, dr. Acitta Raras Wimala, MARS, mengatakan kegiatan tersebut sekaligus memperingati ulang tahun kedua RSUP Kemenkes Surabaya dan Hari Kesehatan Nasional. “RSUP Kemenkes Surabaya mengadakan rangkaian kegiatan dari A sampai Z yang menunjukkan semua keunggulan yang kita punya,” kata Acitta.
Menurut Acitta, rangkaian kegiatan juga mencakup seminar kedokteran, seminar awam, dan kegiatan yang melibatkan masyarakat. Surabaya Health Fest 2026 akan berlangsung hingga puncaknya pada 18 Oktober melalui SHF Run 2026, termasuk Kids Run, untuk mempromosikan kesehatan dari berbagai aspek.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....