Bukan Cuma Faktor Usia, Ini Tanda-Tanda Awal Alzheimer
- 18 Agt 2026 11:00 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Lupa meletakkan barang, lupa nama seseorang, atau sesekali lupa janji mungkin pernah dialami hampir semua orang. Namun, jika gangguan daya ingat semakin sering terjadi dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian. Salah satu penyebabnya adalah penyakit Alzheimer.
Mengutip dari website ayosehat.kemkes.go.id pengertian penyakit Alzheimer adalah gangguan pada otak yang berkembang secara perlahan dan menyebabkan penurunan fungsi kognitif. Gangguan tersebut terutama terlihat pada kemampuan mengingat, berpikir dan berperilaku. Lebih lanjut Alzheimer merupakan gangguan neurodegeneratif progresif yang paling umum menyebabkan demensia. Kerusakan sel otak yang terjadi dapat menyebabkan penurunan kemampuan kognitif seseorang.
Sementara itu, mengutip dari website www.who.int, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut Alzheimer sebagai bentuk demensia yang paling umum. WHO memperkirakan Alzheimer berkontribusi terhadap sekitar 60–70 persen kasus demensiadi dunia.
Salah satu anggapan yang masih sering muncul adalah bahwa mudah lupa merupakan hal yang pasti terjadi ketika seseorang semakin tua. Padahal, tidak semua lansia akan mengalami demensia. Kemenkes RI menegaskan bahwa “Demensia bukan bagian normal dari penuaan.” Lupa yang sesekali terjadi juga tidak otomatis berarti seseorang mengalami demensia karena dapat dipengaruhi berbagai faktor, seperti stres maupun kelelahan.
Karena itu, perubahan daya ingat yang semakin sering dan mengganggu kehidupan sehari-hari sebaiknya tidak dianggap hanya sebagai faktor usia. Gejala Alzheimer dapat berbeda pada setiap orang dan biasanya berkembang secara bertahap. Salah satu tanda awal yang paling umum adalah gangguan daya ingat. Mengutip dari website www.nia.nih.gov, melalui National Institute on Aging (NIA), lembaga pemerintah Amerika Serikat di bawah National Institutes of Health (NIH), menyebutkan tanda-tanda Alzheimer
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:
Seseorang menjadi sering lupa kejadian yang baru saja terjadi.
Mengulang pertanyaan atau cerita yang sama.
Kesulitan menyelesaikan pekerjaan atau aktivitas yang sebelumnya biasa dilakukan.
Kesulitan merencanakan atau menyelesaikan masalah.
Sering kehilangan barang atau meletakkannya di tempat yang tidak semestinya.
Bingung mengenai waktu atau tempat.
Seseorang kesulitan menemukan kata yang tepat ketika berbicara.
Seseorang mengalami perubahan suasana hati, kepribadian atau perilaku.
Kesulitan mengenali orang yang dikenal pada tahap penyakit yang lebih lanjut.
Gangguan daya ingat yang semakin sering tidak sebaiknya langsung dianggap sebagai bagian dari proses penuaan. Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya karena gangguan memori dapat disebabkan oleh berbagai kondisi. Diagnosis yang lebih awal dapat membantu pasien dan keluarga memahami kondisi yang sedang dihadapi, merencanakan perawatan, serta mendapatkan penanganan yang sesuai.
Dengan meningkatnya jumlah penderita demensia di dunia, pemahaman mengenai Alzheimer menjadi semakin penting. Mengenali perubahan perilaku dan daya ingat sejak dini bukan berarti langsung menyimpulkan seseorang mengalami Alzheimer, tetapi menjadi langkah awal untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....