Mielinasi Percepat Koneksi Saraf untuk Dukung Belajar Anak
- 28 Sep 2026 19:24 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Proses mielinasi berperan penting dalam mempercepat koneksi antarsel saraf pada perkembangan otak anak. Koneksi tersebut mendukung kemampuan anak belajar, beradaptasi, dan berkembang menghadapi perubahan zaman.
Hal tersebut menjadi perhatian dalam rangkaian “S-26 Exceptional Day 2026” yang digelar di enam kota. Pakar Neurologi Anak Brawijaya Hospital Saharjo, Jakarta, dr. Herbowo A.F. Soetomenggolo, menjelaskan pentingnya masa awal kehidupan anak.
“Pada 1.000 hari pertama, otak anak terus membangun dan menyempurnakan koneksi antarsel saraf,” katanya., Senin, 28 September 2026. Herbowo menjelaskan mielinasi merupakan proses pembentukan lapisan yang menyelimuti serabut saraf.
Lapisan tersebut membantu penghantaran sinyal informasi di otak berlangsung lebih cepat dan efisien. Menurutnya, proses mielinasi berperan dalam kemampuan anak mempelajari informasi baru dan mengembangkan kemampuan kognitif.
Dukungan gizi perlu berjalan bersama stimulasi melalui beragam pengalaman belajar. “Dukungan ini juga perlu dilengkapi stimulasi melalui beragam pengalaman belajar atau Multi Learning,” ujar Herbowo.
Menurutnya, pengalaman tersebut dapat membantu memperkuat koneksi otak anak. Generasi Alfa dan Beta tumbuh dalam lingkungan yang berbeda dari generasi sebelumnya.
| Baca juga: Benarkah Cokelat Bisa Meredakan Stres? |
Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan turut membuka akses terhadap berbagai informasi dan pengalaman belajar. Data yang disampaikan dalam kegiatan menunjukkan 90 persen orang tua menilai AI memengaruhi masa depan anak.
Kondisi tersebut membuat kemampuan beradaptasi dan memahami hal baru semakin penting bagi anak. Category Marketing Manager Wyeth Nutrition S-26 Vera Niki Gozali mengatakan perkembangan anak membutuhkan dukungan gizi dan stimulasi.
“Orang tua ingin memastikan anak dapat belajar, menyerap informasi, dan berkembang sesuai potensinya,” ujar Vera. MMenurunya, perkembangan ilmu pengetahuan perlu diterjemahkan dalam pendekatan yang mendukung proses belajar anak.
Ia menyebut perkembangan otak berkaitan dengan berbagai faktor, termasuk asupan gizi dan stimulasi. Kegiatan ini juga menghadirkan edukasi melalui berbagai kegiatan untuk orang tua dan anak.
Program tersebut melibatkan dokter spesialis anak, psikolog anak, dan komunitas parenting di enam kota. Kegiatan berlangsung di Jakarta, Bogor, Surabaya, Medan, Tangerang, dan Palembang.
Rangkaian kegiatan tersebut mencakup kelas stimulasi serta berbagai materi edukasi mengenai perkembangan anak. Vera mengatakan setiap anak memiliki potensi yang dapat berkembang melalui dukungan lingkungan yang tepat.
“Kami percaya setiap anak memiliki potensi hebat selama mendapat dukungan gizi dan stimulasi yang tepat,” katanya. Menurut Vera, keluarga perlu menggabungkan pengetahuan, stimulasi, dan dukungan sesuai kebutuhan anak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....