Benarkah Cokelat Bisa Meredakan Stres?

  • 04 Agt 2026 11:10 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Di kala hari terasa berat dan stres mulai melanda, banyak orang mencari pelarian dengan menyantap sepotong cokelat. Rasanya yang lezat dan teksturnya yang lumer di mulut memang mampu memberikan sensasi nyaman yang instan. Namun, benarkah kebiasaan ini hanya sekadar kepuasan sesaat, atau ada dasar ilmiah yang membuktikan cokelat benar-benar bisa meredakan stres?

Ternyata, di balik kelezatannya, cokelat, terutama cokelat hitam atau dark chocolate, menyimpan segudang kandungan bioaktif yang berinteraksi langsung dengan sistem saraf dan hormon tubuh. Penelitian di bidang ilmu pangan mengonfirmasi bahwa berbagai senyawa dalam kakao, seperti flavonoid, feniletilamin, theobromine, dan triptofan, berperan penting dalam menciptakan efek menenangkan. Sebuah studi bahkan menemukan bahwa konsumsi dark chocolate dengan kadar kakao 75% selama 15 hari secara signifikan menurunkan tingkat stres emosional dan personal pada mahasiswa.

Dari sisi fisiologis, efek ini terjadi karena cokelat dapat mempengaruhi keseimbangan sistem saraf otonom. Sebuah penelitian di jurnal European Journal of Cardiovascular Medicine menunjukkan bahwa konsumsi satu dosis dark chocolate sebesar 10 gram dapat menahan perubahan negatif pada detak jantung yang biasanya terjadi saat seseorang menghadapi situasi stres. Fenomena ini menunjukkan bahwa cokelat mampu bertindak sebagai "perisai" yang menjaga kestabilan detak jantung dan saraf parasimpatetik.

Sementara itu hasil studi dari Journal of Proteome Research menemukan bahwa konsumsi dark chocolate selama dua minggu terbukti menurunkan kadar hormon stres kortisol dan katekolamin dalam tubuh. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa cokelat hitam dapat membantu menormalkan perbedaan metabolisme yang terkait dengan stres, termasuk aktivitas mikroba usus. Dengan demikian, konsumsi dark chocolate secara rutin dalam jumlah yang tepat tidak hanya memberikan efek menenangkan sesaat, tetapi juga berdampak positif pada metabolisme tubuh secara keseluruhan.

Cokelat mengandung theobromine dan phenylethylamine yang berperan penting dalam mengatur perasaan senang. Perasaan nyaman tersebut muncul karena serotonin, yang sering disebut hormon bahagia, meningkat di dalam otak. Proses bahagia atau sedihnya perasaan diatur oleh hormon-hormon tersebut, dan saat mengonsumsi cokelat, hormon kebahagiaan akan dilepaskan dalam tubuh, menjadikan kita nyaman dan menghilangkan stres .

Meskipun efeknya menggembirakan, perlu dipahami bahwa kebahagiaan dari cokelat tidak bertahan lama dan bisa menjadi bumerang jika dikonsumsi berlebihan. Kandungan gula yang tinggi pada cokelat dapat menyebabkan lonjakan dan penurunan kadar gula darah yang drastis, membuat rasa puas cepat sirna. Karena itu, Kementerian Kesehatan mengingatkan pentingnya mengendalikan konsumsi gula tambahan dalam pola makan sehat, dan konsumsi cokelat yang berlebihan justru dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh .

Agar manfaatnya maksimal dan risiko kesehatan minimal, para ahli menyarankan untuk memilih jenis cokelat yang tepat dan membatasi porsinya. Pilihlah dark chocolate dengan kandungan kakao minimal 70 persen, karena memiliki flavonoid lebih banyak dan gula lebih sedikit. Konsumsilah secukupnya, sekitar 20 hingga 30 gram per hari, setara dengan beberapa kotak kecil, karena sebuah riset bahkan menyebutkan bahwa 6 gram per hari sudah cukup untuk meminimalkan risiko penyakit. Jadi, nikmati cokelat sebagai pengganjal suasana hati, namun jangan lupa untuk tetap menjaga pola makan seimbang dan gaya hidup sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....