Sembarangan Gunakan Obat Tetes Mata Tingkatkan Risiko Kebutaan

  • 28 Jul 2026 20:49 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya + Viralnya kisah seorang pria muda yang harus kehilangan penglihatannya setelah menggunakan obat tetes mata tanpa resep dokter menjadi perhatian luas masyarakat. Informasi yang beredar di media sosial tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai kebiasaan menggunakan obat mata secara mandiri tanpa pemeriksaan medis terlebih dahulu.

Menanggapi hal tersebut, dr. Paramitha Zulkarnaen dari salah satu Klinik Kesehatan Mata di Surabaya mengatakan masyarakat tidak boleh menganggap semua obat tetes mata aman digunakan dalam jangka panjang. Hal itu disampaikannya saat dihubungi Pro1 melalui sambungan telepon, Selasa 28 Juli 2026.

Dalam unggahan yang viral tersebut dijelaskan bahwa pria itu sebelumnya tidak memiliki gangguan kesehatan mata dan tergolong memiliki kondisi mata yang sehat. Namun, karena sering merasa matanya kurang nyaman, ia rutin menggunakan obat tetes mata tanpa berkonsultasi dengan dokter. Kebiasaan tersebut diduga menjadi awal munculnya gangguan serius pada penglihatannya.

Dr. Paramitha menjelaskan bahwa penggunaan obat tetes mata tertentu, terutama yang mengandung kortikosteroid, harus berada di bawah pengawasan dokter. "Tidak semua obat tetes mata boleh digunakan bebas. Bila mengandung steroid dan dipakai terus-menerus tanpa pengawasan dokter, risikonya sangat berbahaya bagi kesehatan mata," ujarnya.

Menurut dr. Paramitha, salah satu dampak yang dapat terjadi adalah steroid-induced glaucoma, yaitu peningkatan tekanan bola mata akibat penggunaan obat kortikosteroid dalam jangka panjang atau tanpa pengawasan dokter. Kondisi tersebut dapat menghambat saluran pembuangan cairan di dalam mata sehingga tekanan bola mata meningkat.

"Tekanan bola mata yang terus meningkat dapat merusak saraf penglihatan secara permanen. Kerusakan saraf ini tidak bisa dipulihkan, sehingga pasien berisiko mengalami penurunan penglihatan bahkan kebutaan," jelas dr. Paramitha.

Ia juga mengingatkan bahwa mata yang terasa merah, perih, gatal, atau tidak nyaman belum tentu memerlukan obat tetes yang mengandung steroid. "Keluhan pada mata bisa disebabkan banyak faktor. Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak membeli atau menggunakan obat tetes mata hanya berdasarkan rekomendasi teman atau informasi dari media sosial," tegasnya.

Dr. Paramitha mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke dokter mata apabila mengalami keluhan yang tidak kunjung membaik. "Gunakan obat sesuai anjuran tenaga medis. Jangan menganggap obat tetes mata sebagai produk yang bisa dipakai setiap saat tanpa aturan. Pemeriksaan sejak dini adalah langkah terbaik untuk menjaga kesehatan mata dan mencegah kerusakan penglihatan yang bersifat permanen," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....