Surabaya Integrasikan 69 RS lewat Satu Data, Percepat Rujukan Pasien Darurat

  • 25 Jun 2026 15:57 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendorong integrasi layanan lewat Satu Data Kesehatan Surabaya, Kamis, 25 Juni 2026. Sistem itu menghubungkan 69 rumah sakit di Kota Pahlawan secara real time.

Gagasan disampaikan Eri saat membuka Forum Koordinasi Rumah Sakit se-Surabaya di Graha Sawunggaling. Kegiatan diikuti perwakilan 69 rumah sakit di Balai Kota Surabaya, Kamis, 25 Juni 2026.

“Ini bukan data milik pemerintah kota, tetapi milik bersama. Dengan satu data, kita bisa mengetahui jumlah dokter, ambulans, hingga rumah sakit mana yang mendampingi wilayah tertentu,” kata Wali Kota Eri.

Melalui platform itu, data layanan kesehatan terkoneksi mulai dokter, nakes, ambulans, kapasitas rumah sakit. Data juga mencakup sebaran penyakit di setiap wilayah sebagai dasar pembagian peran rumah sakit.

Integrasi data mendukung program Satu RW Satu Nakes, Satu Kelurahan Satu Ambulans, dan Tim Gerak Cepat. Sistem terhubung Command Center 112 agar petugas tahu ketersediaan layanan rumah sakit secara langsung.

“Jangan sampai pasien dibawa ke satu rumah sakit lalu ditolak karena penuh, kemudian berpindah lagi,” ujarnya. "Informasi kapasitas layanan harus bisa diakses langsung agar pasien cepat ditangani," tegasnya.

Selain kegawatdaruratan, sistem satu data membantu memetakan kebutuhan layanan berdasarkan jumlah penduduk dan cakupan BPJS. Pemerintah juga bisa memantau kapasitas rumah sakit serta potensi antrean pasien wilayah.

Wali Kota Eri menyebut data terintegrasi memperkuat deteksi dan antisipasi potensi wabah penyakit. Pengalaman Covid-19 menunjukkan pentingnya keterhubungan data antar fasilitas kesehatan untuk keputusan cepat.

“Kalau terjadi peningkatan kasus penyakit, kita bisa segera mengetahui wilayah terdampak dan kebutuhan yang harus disiapkan,” tegasnya. "Data kesehatan harus terhubung dan dapat diakses bersama," imbuhnya.

Ia menambahkan, rumah sakit yang belum kerja sama BPJS tetap dapat berkontribusi lewat program CSR. Kontribusi itu berupa penyediaan ambulans atau keterlibatan tenaga medis di program pendampingan RW.

“Yang penting semua bisa saling terbuka dan mendukung pelayanan kesehatan warga Surabaya,” ungkapnya. Eri menargetkan penguatan Satu Data Kesehatan Surabaya berjalan masif dalam satu bulan ke depan.

Kepala Dinkes Surabaya dr. Billy Daniel Messakh mengatakan forum digelar untuk memperkuat sinergi rumah sakit. Kolaborasi diperlukan untuk mengoptimalkan sistem rujukan dan meningkatkan keselamatan pasien bersama-sama.

“Dengan jumlah kasus sebesar itu, layanan kegawatdaruratan tidak mungkin hanya ditangani tiga rumah sakit milik Pemkot,” terangnya. Sistem Satu Data Kesehatan Surabaya saat ini diterapkan di tiga RSUD milik Pemkot Surabaya.

“Melalui sistem ini, petugas dapat mengetahui kapasitas dan ketersediaan layanan rumah sakit secara real time,” pungkasnya. "Sehingga proses rujukan menjadi lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi," tutup dr. Billy.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....