Buah Dewandaru, Buah Langka Kaya Potensi Kesehatan
- 12 Jun 2026 18:21 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Buah dewandaru atau Eugenia uniflora merupakan salah satu buah tropis yang mulai menarik perhatian masyarakat dan peneliti karena kandungan gizinya yang kaya serta potensi manfaatnya bagi kesehatan. Meski belum sepopuler mangga atau jambu, dewandaru telah lama dikenal di berbagai daerah di Indonesia sebagai tanaman pekarangan dan bahkan dianggap memiliki nilai budaya tersendiri.
Buah dewandaru memiliki nama lain yaitu buah ceremai. Buah ini berasal dari pohon dewandaru dan memiliki mitos yang tersebar di kalangan masyarakat.
Dewandaru berasal dari wilayah Amerika Selatan, khususnya Suriname dan Brasil, namun kini telah banyak dibudidayakan di berbagai negara tropis, termasuk Indonesia.
Buahnya berbentuk unik dengan lekukan menyerupai labu mini dan berubah warna dari hijau, kuning, oranye, hingga merah cerah saat matang. Rasanya merupakan perpaduan manis dan asam yang menyegarkan.
Dikutip dari laman https://lindungihutan.com/, Beberapa masyarakat percaya Dewandaru bukanlah pohon biasa, tetapi memiliki mitos yang erat kaitannya dengan Gunung Kawi. Pohon Dewandaru berada di kompleks Pemakaman Eyang Djoego (Eyang Kyai Zakaria) dan Eyang Sujo (Raden Mas Imam Sujono). Eyang Djoego dan Eyang Sujo merupakan tokoh bhayangkara terdekat Pangeran Diponegoro yang pada saat itu sedang mengasingkan diri dari kolonial Belanda.
Nama sebenarnya pohon dewandaru adalah “Dewa Aru”. Konon katanya, pohon ini asalnya dari tongkat Eyang Djoego yang ditancapkan ke tanah. Masyarakat setempat dan peziarah percaya bahwa pohon ini mendatangkan keberuntungan.
Menariknya, para peziarah menunggu jatuhnya bagian dari pohon seperti dahan, buah, daun yang nantinya dijadikan azimat. Pohon dewandaru dipercaya sebagai pertanda akan peristiwa besar akan terjadi.
Sementara itu mengutip dari laman UPT. Puskesmas Meninting, https://puskesmasmeninting-dikes.lombokbaratkab.go.id/, Menurut berbagai penelitian dan sumber kesehatan, buah dewandaru mengandung vitamin A, vitamin C, mineral penting seperti kalium, magnesium, fosfor, serta senyawa antioksidan seperti flavonoid dan karotenoid.
Kandungan tersebut berperan dalam membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Sains Materi Indonesia menyebutkan bahwa ekstrak buah dewandaru memiliki aktivitas antioksidan yang berpotensi memberikan efek antihiperglikemik, antihiperlipidemik, neuroprotektif, anti bakteri, dan anti inflamasi.
Potensi ini membuat dewandaru menjadi salah satu tanaman yang menarik untuk dikembangkan dalam bidang pangan fungsional dan kesehatan. Beberapa manfaat yang dikaitkan dengan konsumsi dewandaru antara lain : Membantu meningkatkan daya tahan tubuh berkat kandungan vitamin C, mendukung kesehatan mata karena kaya vitamin A dan beta-karoten, membantu menjaga tekanan darah melalui kandungan mineral dan efek diuretik alaminya, berpotensi membantu menjaga kesehatan pencernaan dan melawan beberapa mikroorganisme penyebab penyakit.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa sebagian besar manfaat tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut pada manusia sehingga tidak dapat dijadikan pengganti pengobatan medis.
Selain dikonsumsi langsung, dewandaru juga mulai dimanfaatkan sebagai bahan olahan makanan seperti manisan kering.
Penelitian dari Universitas Negeri Malang menunjukkan bahwa buah dewandaru mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, dan tanin yang tetap dapat ditemukan pada produk olahannya. Hal ini membuka peluang pemanfaatan dewandaru sebagai produk pangan bernilai tambah.
Buah dewandaru merupakan buah tropis yang kaya nutrisi dan memiliki potensi besar sebagai sumber antioksidan alami. Meskipun masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan berbagai manfaat kesehatannya, dewandaru layak mendapat perhatian sebagai salah satu kekayaan hayati yang dapat mendukung pola makan sehat dan pengembangan produk pangan lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....