Uban di Usia Muda, Normalkah?
- 08 Jun 2026 17:56 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Munculnya uban di usia muda kerap menjadi momok yang mengganggu penampilan dan rasa percaya diri. Banyak orang panik begitu melihat helai putih di sela rambut hitamnya, lalu buru-buru mencari cara untuk menghilangkannya. Namun, tahukah Anda bahwa uban di usia muda belum tentu pertanda penuaan dini atau masalah kesehatan serius?
Dokter spesialis kulit menjelaskan bahwa kondisi rambut beruban sebelum usia 20 hingga 30 tahun disebut dengan istilah medis premature graying of hair. Fenomena ini ternyata cukup umum terjadi dan dalam banyak kasus bersifat normal, terutama jika dipengaruhi oleh faktor keturunan. Sebuah penelitian dalam Journal of Kerman University of Medical Sciences (2022) bahkan menunjukkan bahwa seseorang memiliki risiko 3 hingga 5 kali lipat lebih besar untuk memiliki rambut beruban jika orang tuanya juga mengalaminya sebelum usia 30 tahun .
Melansir ayosehat.kemkes.go.id, pola makan bergizi sangat berperan dalam menjaga kesehatan rambut dan memperlambat munculnya uban. Beberapa nutrisi kunci yang perlu dipenuhi antara lain vitamin B kompleks, zat besi, zinc, tembaga, serta antioksidan dari buah dan sayuran. Kekurangan vitamin B12, misalnya, diketahui sebagai salah satu pemicu utama munculnya uban di usia produktif.
Selain faktor genetik dan nutrisi, gaya hidup sehari-hari ternyata memberikan dampak signifikan terhadap cepat lambatnya proses beruban. Kebiasaan merokok, paparan sinar matahari berlebihan, stres kronis, serta kurang tidur terbukti dapat mempercepat penipisan sel penghasil pigmen rambut. Sebuah studi bahkan menyebut bahwa radikal bebas dari asap rokok dan sinar UV dapat merusak sel induk melanosit yang bertanggung jawab memberi warna pada rambut.
Lantas, bisakah uban yang sudah muncul dikembalikan ke warna semula? Para ahli menyebutkan bahwa mengembalikan rambut yang sudah terlanjur beruban ke warna aslinya sangat sulit, terutama jika penyebabnya adalah faktor genetik. Namun, jika uban dipicu oleh kekurangan nutrisi atau gangguan kesehatan tertentu, perbaikan pola makan dan pengobatan yang tepat berpotensi mengembalikan warna rambut secara bertahap.
Bagi yang ingin memperlambat munculnya uban tanpa harus ke salon, sebenarnya ada banyak cara alami yang bisa dicoba di rumah. Minyak kelapa yang dipijatkan ke kulit kepala sebelum tidur, konsumsi rutin biji wijen hitam, hingga jus wortel dan jahe dipercaya mampu membantu mempertahankan warna rambut alami. Bahan alami seperti amla (gooseberry India) dan daun kari juga dikenal kaya akan antioksidan yang baik untuk kesehatan rambut.
Selain itu, campuran kulit bawang putih dan minyak kelapa menjadi alternatif perawatan yang kian populer. Kandungan antioksidan dan senyawa sulfur dalam bawang putih dapat menutrisi akar rambut dan membantu memperlambat proses ubanan. Cara penggunaannya cukup mudah: kulit bawang putih dikeringkan, dihaluskan, lalu dicampur dengan minyak kelapa, dioleskan ke rambut secara rutin 2-3 kali seminggu.
Yang tak kalah penting, jangan mudah percaya dengan mitos seputar uban yang beredar di masyarakat. Mencabut uban tidak akan membuat rambut putih semakin banyak karena setiap folikel hanya mampu menumbuhkan satu helai rambut. Namun hati-hati, mencabut uban secara terus-menerus justru berisiko merusak folikel dan menyebabkan kebotakan permanen di area tersebut.
Kesimpulannya, uban di usia muda adalah hal yang wajar dan tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Yang terpenting adalah menjaga pola makan bergizi, mengelola stres dengan baik, serta melindungi rambut dari paparan sinar matahari langsung. Jika uban muncul secara tiba-tiba dalam jumlah banyak atau disertai gejala lain yang mengganggu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit guna mengetahui penyebab pasti dan mendapatkan penanganan yang tepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....