PCOS Jadi Salah Satu Penyebab Utama Keguguran Berulang

  • 07 Feb 2026 13:10 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Keguguran berulang masih menjadi persoalan yang banyak dialami pasangan pejuang garis dua. Hal tersebut terungkap dalam kegiatan berbagi dan diskusi bersama komunitas pejuang garis dua di Surabaya, Sabtu, 7 Februari 2026, yang menghadirkan Spesialis Kesuburan, Bayi Tabung, PCOS, dan Masalah Sperma, Dr. Uma Mariappen sebagai pemateri.

Dr. Uma menjelaskan, keguguran berulang bukanlah kondisi sederhana karena memiliki banyak penyebab yang saling berkaitan. Oleh sebab itu, diperlukan pemeriksaan menyeluruh sebelum menentukan langkah penanganan selanjutnya.

"Keguguran berulang ini agak kompleks dan rumit, sebab kita perlu tahu dulu apa penyebabnya, baru kita bisa merawat dan mempersiapkan kehamilan berikutnya," ujarnya.

Ia menyebutkan, terdapat beberapa penyebab utama keguguran berulang yang paling sering ditemukan pada pasien. Di antaranya adalah PCOS, endometriosis yang kerap disertai adenomiosis, mioma, polip, gangguan autoimun seperti tiroid dan SLE, serta faktor kromosom atau genetik yang belum terdeteksi.

"Penyebab paling sering yang kami temukan adalah PCOS, sering kali disertai endometriosis. Kondisi ini cukup banyak dialami perempuan," katanya.

Menurut Dr. Uma, pola hidup sehat memiliki peran penting, terutama bagi pasien dengan PCOS. Ia menjelaskan bahwa PCOS merupakan kondisi metabolik yang sering berkaitan dengan berat badan berlebih dan resistensi insulin.

"Bila pasien mengatur pola makan yang sehat dan rutin berolahraga, berat badan akan turun dan resistensi insulin berkurang. Ketika itu terjadi, ovulasi bisa kembali muncul dan peluang hamil meningkat," katanya.

Ia menambahkan, penurunan berat badan sekitar lima persen saja sudah dapat memberikan dampak positif bagi pasien PCOS. “Berat badan turun lima persen pun sudah cukup untuk menunjukkan perbaikan. Ovulasi mulai terjadi dan pasien bisa mengandung secara alami,” ucapnya.

Dr. Uma juga menekankan pentingnya kesabaran dan batas waktu dalam mencoba kehamilan secara alami. Bagi perempuan berusia di bawah 35 tahun, waktu yang disarankan adalah satu tahun, sementara bagi yang berusia di atas 35 tahun, enam bulan.

“Jika dalam waktu tersebut belum berhasil hamil, sebaiknya segera berkonsultasi dengan spesialis kesuburan untuk mengetahui penyebabnya,” katanya.

Selain aspek medis, Dr. Uma menyoroti pentingnya dukungan mental bagi perempuan yang mengalami keguguran berulang. Menurutnya, trauma psikologis sering kali membuat pasien merasa takut bahkan sejak melihat hasil tes kehamilan.

“Psychological support itu sangat penting, karena banyak pasien yang trauma dan takut kehilangan lagi meskipun baru melihat dua garis," ujarnya.

Ia menilai keberadaan komunitas menjadi salah satu bentuk dukungan yang sangat membantu. Melalui komunitas, para pejuang garis dua dapat saling berbagi pengalaman dan memberikan penguatan satu sama lain.

"Bila ada komunitas dengan masalah yang sama, mereka akan merasa tidak sendirian. Dukungan seperti ini sangat besar manfaatnya untuk kekuatan mental pasien,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....