Konsumsi Ikan Asin Berlebihan Tingkatkan Risiko Kanker Nasofaring
- 23 Mar 2025 22:29 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Konsumsi ikan asin berlebihan berisiko tinggi memicu kanker nasofaring, tegas ahli kesehatan setempat.
Ikan asin mengandung garam tinggi akibat proses pengawetan tradisional yang lazim di Indonesia dan Asia Tenggara.
dr. Heradi dari Klinik BPJS Pratama mengingatkan bahaya konsumsi ikan asin lebih dari tiga kali seminggu.
| Baca juga: Benarkah Cokelat Bisa Meredakan Stres? |
“Risiko kanker nasofaring bisa meningkat hingga 1,65 kali akibat konsumsi rutin ikan asin,” ujarnya memperingatkan.
Kanker nasofaring menyerang bagian atas tenggorokan dan dipicu zat karsinogenik dari makanan yang diawetkan garam.
“Zat karsinogenik itu merusak jaringan tenggorokan dan bisa mengubah sel menjadi ganas,” ungkap dr. Heradi.
Ia menyarankan masyarakat mengganti ikan asin dengan protein sehat seperti ikan segar atau daging tanpa lemak.
“Diet seimbang penting, termasuk asupan sayur dan buah, demi cegah risiko penyakit kronis,” ujarnya.
Selain berdampak pada individu, konsumsi ikan asin berlebih juga mengancam kesehatan masyarakat secara luas.
Edukasi tentang bahaya makanan awetan menjadi krusial demi mendorong perubahan pola makan masyarakat.
dr. Heradi menekankan pentingnya konsultasi rutin dengan tenaga medis untuk memantau kondisi kesehatan.
“Langkah pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan,” katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....