Rahasia Tumbuh Tinggi Anak, Kenali Peran Hormon Pertumbuhan sejak Dini
- 10 Jul 2026 11:23 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Pertumbuhan anak dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari asupan gizi, aktivitas fisik, kualitas tidur, hingga hormon pertumbuhan atau Growth Hormone (GH). Hormon ini memiliki peran penting dalam membantu pertumbuhan tinggi badan, perkembangan tulang, otot, serta berbagai organ tubuh selama masa kanak-kanak hingga remaja.
Tinggi badan anak sering kali dikaitkan dengan faktor keturunan. Padahal, selain genetik, tubuh juga memiliki hormon pertumbuhan atau Growth Hormone (GH) yang berperan besar dalam mendukung proses tumbuh kembang anak secara optimal.
Mengutip website keslan.kemkes.go.id Kementerian Kesehatan melalui RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten menjelaskan bahwa hormon pertumbuhan tidak hanya berfungsi menambah tinggi badan, tetapi juga membantu meningkatkan ukuran dan fungsi berbagai organ tubuh, seperti otak, otot, rambut, hingga menjaga kesehatan tulang dan jantung.
Hormon pertumbuhan diproduksi oleh kelenjar hipofisis atau pituitari yang berada di bagian dasar otak. Hormon ini membantu pertumbuhan tulang, otot, serta berbagai organ tubuh selama masa kanak-kanak hingga remaja.
Salah satu waktu terbaik bagi tubuh anak untuk memproduksi hormon pertumbuhan adalah ketika tidur nyenyak. Karena itu, kebiasaan tidur yang cukup menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan optimal. Saat tidur nyenyak, tubuh akan menghasilkan hormon pertumbuhan dalam jumlah lebih banyak dibandingkan saat terjaga.
Di sisi lain, kekurangan hormon pertumbuhan dapat menyebabkan anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga tinggi badannya tidak berkembang sesuai usianya. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh kelainan bawaan, gangguan pada kelenjar hipofisis, maupun penyakit tertentu.
Namun, bukan berarti semua anak yang bertubuh pendek membutuhkan terapi hormon. Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa terapi hormon pertumbuhan hanya diberikan pada kondisi medis tertentu dan harus melalui pemeriksaan dokter spesialis anak atau dokter spesialis endokrin anak.
Sebaliknya, produksi hormon pertumbuhan yang berlebihan juga dapat menimbulkan masalah kesehatan. Pada anak, kondisi ini dapat menyebabkan gigantisme, yaitu pertumbuhan tubuh yang jauh lebih tinggi dan besar dibandingkan anak seusianya akibat produksi hormon yang berlebihan.
Untuk membantu produksi hormon pertumbuhan tetap optimal, orang tua dapat menerapkan pola hidup sehat sejak dini. Mulai dari memberikan makanan bergizi seimbang, memenuhi kebutuhan protein, membiasakan anak aktif bergerak, menjaga waktu tidur, hingga rutin memantau pertumbuhan di Posyandu atau fasilitas pelayanan kesehatan.
Lebih lanjut seperti dilansir pada website peraturan.bpk.go.id Pemerintah melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 66 Tahun 2014 tentang Pemantauan Pertumbuhan, Perkembangan, dan Gangguan Tumbuh Kembang Anak
Cara Mendukung Produksi Hormon Pertumbuhan Secara Alami yaitu:
Produksi hormon pertumbuhan dapat didukung melalui pola hidup sehat. Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain:
Memenuhi kebutuhan tidur sesuai dengan usia anak.
Memberikan konsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya protein, vitamin, dan mineral kepada anak.
Rutin memberikan aktivitas fisik atau bermain aktif kepada anak.
Membatasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula pada anak.
Melakukan pemantauan pertumbuhan secara berkala di Posyandu atau fasilitas kesehatan.
Hormon pertumbuhan merupakan salah satu faktor penting yang menentukan tumbuh kembang anak. Produksi hormon ini dipengaruhi oleh kondisi kesehatan, kecukupan nutrisi, aktivitas fisik, dan kualitas tidur.
Orang tua perlu memastikan anak memperoleh pola hidup sehat sekaligus rutin memantau pertumbuhan agar setiap gangguan dapat diketahui sejak dini. Apabila terdapat tanda-tanda pertumbuhan yang tidak sesuai dengan usia, konsultasi dengan dokter spesialis anak merupakan langkah yang tepat untuk mendapatkan evaluasi dan penanganan yang sesuai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....