Gubes FKM UNAIR Kembangkan Inovasi Pangan Cegah Stunting
- 20 Jul 2026 07:37 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Penanganan stunting membutuhkan pendekatan komprehensif melalui edukasi gizi dan inovasi pangan berbasis lokal. Guru Besar FKM UNAIR, Prof. Dr. Ir. Annis Catur Adi, MSi, terus mendorong konsumsi protein hewani.
Prof. Annis menilai konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia, terutama balita, masih perlu ditingkatkan. Menurutnya, tantangan bukan hanya ketersediaan pangan bergizi, tetapi juga penerimaan anak terhadap makanan.
"Konsumsi protein hewani di Indonesia masih kurang. Tantangannya menghadirkan makanan bergizi yang disukai anak-anak balita," ujar Prof. Annis, Minggu. 19 Juli 2026.
Ia menjelaskan protein hewani tetap memiliki kualitas gizi yang baik meski diolah menjadi tepung atau pasta. Bentuk olahan tersebut memudahkan pencampuran ke berbagai makanan favorit anak.
Menurutnya, inovasi pangan menjadi solusi bagi balita yang mengalami kesulitan makan. Cara itu membantu memenuhi kebutuhan protein hewani tanpa mengubah kebiasaan makan anak secara drastis.
"Protein memang sangat baik, tetapi konsumsi berlebihan dapat mengganggu fungsi ginjal. Karena itu, pemenuhan gizi harus tetap seimbang," katanya.
Prof. Annis juga mengembangkan Le Mori, biskuit berbahan tepung ikan lele dan tepung daun kelor. Produk tersebut menjadi alternatif camilan tinggi protein sekaligus memanfaatkan bahan pangan lokal.
"Kita masih sering menjumpai makanan murah dan enak, tetapi belum tentu sehat. Le Mori membuktikan pangan lokal dapat diolah menjadi produk bergizi, berkualitas, dan disukai anak," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....