ABPPTSI, Siap Hadapi Tantangan Pendidikan Nasional Dan Tarung Digital

KBRN, Surabaya : Sejak pandemi Covid 19 di tahun 2020 maka paradigma dan juga pola pembelajaran mulai bergeser. Dari yang awalnya luring menjadi daring. Secara otomatis semua sektor di perguruan tinggi juga harus beradaptasi dengan perubahan tersebut. Terlebih dalam hal penggunakan teknologi dalam proses belajar mengajar. 

Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTSI) juga harus melakukan terobosan agar perguruan tinggi yang dikelolanya tidak tertinggal dan mampu beradaptasi serta lincah dalam menghadapi tantangan Pendidikan nasional. Apalagi saat ini sedang digaungkan Merdeka Belajar oleh Kemendikbud. 

Dalam MUNAS V di JW Marriot,Surabaya yang digelar mulai Kamis hingga Jumat ( 21-22 Juli 2022) ini, ABPPTSI mengangkat tema menyegarkan dan mengobarkan platform yang adaptive dan agile dalam menghadapi tantangan Pendidikan nasional dan tarung digital. 

Hal inilah yang akan menjadi semangat Yayasan untuk terus berusaha memajukan perguruan tinggi yang dikelola dan tetap eksis di dunia Pendidikan dan memberikan sumbangsih besar bagi Pendidikan Nasional. 

Munas yang diikuti oleh ABP-PTSI dari Sabang sampai Merauke ini, turut dihadiri Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Mendikbud Ristekdikti Nadiem Makarim, dan KASAD Jenderal TNI Dudung Abdurrahman secara daring. 

Kemudian juga hadir secara langsung, Ketua Dewan Kehormatan ABP-PTSI Dr H Wiranto, Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti-Ristek Dr Lukman serta Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak. 

Membuka Munas V, Dr Lukman menyampaikan 5 arah kebijakan dan strategi Dikti dalam penguatan pendidikan tinggi guna menghadapi tantangan zaman.

Dr Lukman mengatakan, PTS wajib meningkatkan mutu melalui lima arah kebijakan yang telah dirancang oleh Ristek Dikti tersebut. 

"Meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi, menguatkan mutu dan relevansi pendidikan, menguatkan mutu dosen dan tenaga pendidik. Kemudian, menguatkan sistem tata kelola Ditjen Pendidikan Tinggi serta menguatkan riset, inovasi dan pengabdian masyarakat," ungkapnya, Kamis (21/07/2022).

Dr Lukman menyebut, saat ini total terdapat 4.200 perguruan tinggi di Indonesia. Namun, hanya ada 125 Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Artinya, terdapat empat ribu lebih perguruan tinggi swasta yang melayani pendidikan di Indonesia. 

"PTS merupakan tulang punggung perguruan tinggi di Indonesia sebagai pencetak generasi unggul," terangnya 

Sehingga, tambahnya, pemerintah memberikan apresiasi melalui Kemendikbud Ristek Dikti yaitu dengan memberikan pelayanan prima kepada PTS.

Selain itu pemerintah juga memberikan anggaran untuk PTS se-Indonesia total sebesar Rp1,2 triliun. 

"Ini adalah anggaran yang diposkan untuk PTS di Indonesia. Baik berupa bantuan yang bersifat fasilitas atau infrastruktur maupun riset dan penelitian," ungkapnya. 

Oleh karena itu, Dr Lukman berharap PTS memberikan konsep sebagai lembaga pendidikan bertaraf internasional. Karena dari ribuan PTS di Indonesia, hanya 20 PTS yang masuk peringkat dunia. 

Sehingga hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi PTS untuk memiliki hak yang sama untuk masuk ke dalam jajaran world class university.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar