Mahasiswa ITPLN Kembangkan CUAN.AI untuk Digitalisasi UMKM

  • 03 Okt 2026 22:43 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Mahasiswa Teknik Informatika ITPLN mengembangkan CUAN.AI untuk membantu digitalisasi pembukuan UMKM berbasis kecerdasan buatan. Aplikasi tersebut memungkinkan pelaku UMKM mencatat transaksi secara praktis sekaligus membangun rekam jejak keuangan digital.

Inovasi itu berhasil meraih Juara 2 TEKNOVISTAFEST National IT Preneur Competition 2026 di Universitas Airlangga. Tim bernama Bakso Malang tersebut beranggotakan Muhammad Khasyi Athallah, Muhammad Farhan Fahrezy, dan Erika Rahmadina.

Mereka merancang CUAN.AI khususnya untuk membantu pemilik warung dan toko kelontong. Ketua tim Muhammad Khasyi Athallah mengatakan, ide CUAN.AI berangkat dari persoalan pengelolaan keuangan UMKM.

Menurutnya, banyak pedagang masih menggunakan pencatatan manual karena aplikasi konvensional dianggap merepotkan. “Kami melihat persoalan utama UMKM bukan semata-mata tidak memiliki akses teknologi,” ujar Khasyi, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Teknologi tersebut harus benar-benar mudah digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Khasyi menjelaskan, pencatatan keuangan tidak terstruktur memengaruhi kemampuan UMKM membangun rekam jejak usaha.

Padahal, rekam jejak keuangan menjadi salah satu aspek penting dalam pengajuan pembiayaan. “Kami mengembangkan CUAN.AI sebagai ekosistem digital yang mengintegrasikan empat fitur utama,” ucapnya.

Fitur tersebut meliputi pencatatan transaksi suara, manajemen stok foto, asisten pemasaran generatif, dan Skor Kesiapan Kredit Digital. Berbeda dengan pembukuan konvensional, CUAN.AI memungkinkan pedagang mencatat transaksi melalui suara.

Teknologi Speech-to-Text dan Large Language Model digunakan untuk mengidentifikasi barang, jumlah, serta harga. “Data tersebut kemudian diolah menjadi laporan keuangan, termasuk informasi laba-rugi dan rekomendasi barang terlaris,” katanya.

Pada pengelolaan stok, teknologi computer vision menganalisis foto rak atau etalase. Sistem memperkirakan kebutuhan pengisian ulang dan memberikan notifikasi ketika persediaan mulai menipis.

“CUAN.AI juga dilengkapi asisten pemasaran berbasis generative AI,” ujat Khasyi. Fitur tersebut membantu pedagang menyusun materi promosi berupa teks maupun gambar untuk WhatsApp.

Sementara itu, Skor Kesiapan Kredit Digital mengolah sejumlah data alternatif UMKM. Data tersebut mencakup frekuensi transaksi, konsistensi pencatatan, dan tren pertumbuhan omzet.

Khasyi menegaskan, AI menjadi komponen utama dalam inovasi CUAN.AI. Menurutnya, tanpa AI, aplikasi tersebut kembali menjadi sistem pencatatan manual.

“Pengembangan teknologi ini masih menghadapi tantangan, terutama keterbatasan data transaksi riil dari warung,” katanya. Tantangan lainnya berupa variasi aksen dan kebisingan lingkungan ketika pengguna mencatat transaksi.

Pada tahap minimum viable product, tim memperkirakan akurasi transkripsi mencapai 70 hingga 75 persen. Mereka menyiapkan mekanisme konfirmasi singkat untuk mengumpulkan data penggunaan nyata.

“Data tersebut selanjutnya digunakan untuk penyempurnaan model pengenalan suara secara bertahap,” ujarnya. Tim menargetkan akurasi pengenalan suara dapat mencapai lebih dari 85 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....