Mahasiswa ITPLN Kembangkan Kendaraan Bawah Air dengan Komunikasi Hybrid
- 29 Agt 2026 11:35 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Mahasiswa Teknik Elektro Institut Teknologi PLN (ITPLN), John Andrew Tampubolon, mengembangkan kendaraan bawah air. Kendaraan tersebut berupa Remotely Operated Vehicle (ROV) dengan komunikasi hybrid dan pemantauan berbasis Internet of Things (IoT).
ROV tersebut menggunakan penggerak bertenaga listrik tenaga surya untuk mendukung pengoperasian kendaraan bawah air. Inovasi ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas lebih besar dalam pengoperasian ROV dari jarak jauh.
John memanfaatkan surface boat sebagai relay komunikasi antara operator dengan kendaraan bawah air tersebut. Sistem komunikasi ROV mengintegrasikan Radio Frequency (RF) dan RS-485 melalui kabel tether.
RF digunakan menghubungkan operator dengan surface boat, sedangkan RS-485 menghubungkan surface boat dengan ROV. Sistem tersebut juga dipadukan Relay Solar Powered Surface Boat dan monitoring IoT untuk memantau kelistrikan.
John mengatakan gagasan tersebut berangkat dari persoalan dalam pengoperasian ROV yang ditemuinya selama penelitian. Operator dinilai masih bergantung pada laptop dan perangkat komunikasi untuk memantau pergerakan ROV.
“Saya melihat dari beberapa penelitian yang sudah ada, kenapa operator harus selalu standby di laptop,” ujar John, Jumat, 28 Agustus 2026. “Kalau jauh dari perangkat sinyalnya, koneksi bisa hilang."
Melalui komunikasi hybrid, operator dapat mengoperasikan ROV dari posisi lebih jauh dari perangkat komunikasi. Surface boat berfungsi sebagai perantara komunikasi antara operator dengan ROV selama koneksi tetap terjaga.
“Jadi saya bisa mengoperasikan drone bawah air, tetapi bisa jauh dari dronenya,” katanya. John menjelaskan, ROV merupakan kendaraan bawah air yang dikendalikan dari jarak jauh oleh operator.
Perangkat tersebut dapat digunakan untuk penelitian, pemantauan lingkungan, hingga pengembangan teknologi kelautan. Dalam rancangannya, ROV dilengkapi thruster untuk menghasilkan gerakan horizontal maupun vertikal sesuai perintah operator.
Kendaraan dapat bergerak maju, mundur, ke kiri, kanan, naik, dan turun berdasarkan kendali tersebut. Penelitian John juga mengintegrasikan surface boat bertenaga surya sebagai relay komunikasi dan pendukung sistem catu daya.
Dalam penelitian berjudul “Rancang Bangun Remotely Operated Vehicle Underwater Oceanic BVex”, John merancang tiga subsistem utama. Ketiga subsistem tersebut meliputi komunikasi, catu daya, dan monitoring berbasis Internet of Things (IoT).
Pada subsistem komunikasi, RF menghubungkan operator dengan Relay Solar Powered Surface Boat sebagai relay. Komunikasi antara surface boat dan ROV menggunakan RS-485 melalui kabel tether.
Pada subsistem monitoring, dua sensor INA219 digunakan mengukur tegangan panel surya dan sisi beban. Sensor ACS712 30A mengukur arus panel surya, sedangkan ACS758 100A mengukur arus sisi beban.
Data sensor diproses Arduino Nano, kemudian diteruskan melalui Set-Top Box (STB) menuju sistem Node-RED. Data tersebut ditampilkan secara real-time sehingga kondisi kelistrikan panel dan beban dapat dipantau langsung.
Menurut John, integrasi sistem bertujuan meningkatkan fleksibilitas dan efisiensi pengoperasian ROV. Operator tidak perlu terus berada dekat perangkat komunikasi untuk menjaga koneksi dan memantau kondisi kelistrikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....