ITPLN Kembangkan Syngas dari Kaliandra dan Sampah Perkotaan

  • 25 Agt 2026 07:07 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Dosen Institut Teknologi PLN (ITPLN), Hendri, mengkaji produksi syngas melalui co-gasifikasi pelet kayu kaliandra dan sampah perkotaan. Penelitian tersebut menggunakan gasifier tipe downdraft untuk memanfaatkan biomassa serta Municipal Solid Waste (MSW) sebagai sumber energi.

“Dalam penelitian tersebut, saya menguji enam komposisi campuran untuk melihat pengaruh karakteristik bahan baku,” ujar Hendri, Senin, 24 Agustus 2026. Pengujian dilakukan untuk mengetahui kualitas syngas serta kinerja termodinamika yang dihasilkan.

Penelitian berangkat dari meningkatnya kebutuhan energi dan keterbatasan sumber energi fosil. Di sisi lain, timbulan sampah perkotaan terus bertambah sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber energi.

“Pelet kayu Calliandra calothyrsus dipadukan dengan pelet MSW hasil biodrying sebagai bahan bakar bersama,” katanya. Hendri menguji enam komposisi, mulai 100 persen kaliandra hingga 100 persen MSW.

Sejumlah parameter diamati, termasuk distribusi temperatur, Equivalence Ratio (ER), komposisi syngas, dan Lower Heating Value (LHV). Analisis tersebut juga mencakup efisiensi energi, efisiensi eksergi, kehilangan panas, serta irreversibilitas.

Hasil eksperimen menunjukkan kualitas syngas dipengaruhi berbagai parameter yang saling berkaitan. Karakteristik bahan bakar, temperatur oksidasi, ER, dan kondisi termokimia menentukan kualitas syngas.

Pada ER 0,20, campuran 70CC–30MSW menunjukkan kinerja termodinamika terbaik. Efisiensi energi mencapai 59,72 persen, sedangkan efisiensi eksergi berguna mencapai 56,56 persen.

“Seluruh nilai tersebut digunakan sebagai indikator komparatif dengan batas sistem dan basis perhitungan konsisten,” ujarnya. Depletion Number tercatat 0,3072, Sustainability Index 3,255, dan Improvement Potential mencapai 33,59 megajoule per batch.

Menurut Hendri, penelitian tersebut memperluas pendekatan rekayasa biosistem dalam pemanfaatan biomassa dan residu perkotaan. Hasil penelitian dirumuskan melalui Integrated Thermodynamic–Sustainability Evaluation Framework untuk mengevaluasi kinerja teknologi.

“Kerangka tersebut dapat menjadi dasar pengembangan teknologi waste-to-energy skala kecil,” katanya. Kerangka itu juga mendukung sistem energi terdesentralisasi berbasis biomassa dan MSW.

Hendri menegaskan penelitian tersebut masih membutuhkan pengujian lanjutan sebelum diterapkan lebih luas. “Syngas berpotensi dimanfaatkan untuk pembakaran langsung, mesin gas, maupun mesin diesel dual-fuel,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....