BYD M6 DM Buktikan Efisiensi Teknologi Dual Mode, Super Irit di Surabaya
- 02 Jul 2026 19:24 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – BYD Indonesia menggelar Media Experience: BYD DM Technology Challenge dan BYD Tech Culture Fest Surabaya di BYD ARISTA Surabaya, Rabu, 1 Juli 2026. Challenge ini sebagai ajang pembuktian teknologi Dual Mode BYD kepada media.
Puluhan awak media menjajal BYD M6 DM dengan rute Kenjeran menuju Taman Dayu. Novia, jurnalis Jawa Pos, mengaku takjub dengan konsumsi bahan bakarnya. "Sangat hemat. Biaya tol bahkan lebih mahal dari biaya BBM yang hanya Rp20.400 atau setara 1,2 liter," kata Novia.
Romadhona dari Pikiran Rakyat juga mengapresiasi performa mobil tersebut. "Dengan jarak tempuh sekitar 160 kilometer dengan mode HEV dari Kenjeran ke Taman Dayu, kendaraan BYD M6 DM sangat nyaman, hemat biaya," ungkapnya.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan teknologi Dual Mode (DM) tidak hanya menghadirkan efisiensi penggunaan energi. Teknologi tersebut juga menawarkan keuntungan dari sisi biaya kepemilikan kendaraan.
Menurut Luther, berdasarkan simulasi internal selama tiga tahun, BYD M6 DM mampu menghadirkan efisiensi biaya perawatan sekitar 30 persen lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional di segmen yang sama.
"Potensi penghematan ini didukung sistem Dual Mode yang mengoptimalkan penggunaan tenaga listrik dan mesin sesuai kebutuhan berkendara. Dengan demikian, pelanggan memperoleh nilai kepemilikan kendaraan yang lebih optimal dalam jangka panjang," ujar Luther.
Teknologi GAS: Gesit, Andal, Senyap, Super Irit
Product Manager PT BYD Motor Indonesia Yoni Prasetya menjelaskan, kendaraan tetap mengandalkan motor listrik sebagai penggerak utama. "Mesin bensin berfungsi mendukung efisiensi dan fleksibilitas perjalanan. Teknologi Dual Mode pada BYD M6 DM ini kami mengusung konsep GAS, kepanjangan dari gesit, andal, senyap, dan super irit," ujarnya saat ditemui di sela Media Challenge.
Yoni memaparkan, BYD M6 DM memiliki tenaga motor listrik 120 kilowatt dengan torsi 210 Nm, dipadukan mesin 1.500 cc bertenaga 74 kilowatt atau sekitar 101 PS dengan torsi 135 Nm. Akselerasi nol hingga 100 kilometer per jam tuntas dalam 9,1 detik. "Motor listrik tetap menjadi penggerak utama, sehingga pengalaman berkendaranya tetap seperti mobil listrik, tetapi pengguna memiliki fleksibilitas karena kendaraan juga dapat menggunakan bensin RON 92," jelasnya.
Menurut Yoni, mesin hybrid tersebut memiliki efisiensi termal 46,06 persen dengan rasio kompresi 16:1. Hasil pengujian internal pada rute 150 kilometer mencatat konsumsi bahan bakar hingga 65 kilometer per liter.
Surabaya Jadi Kota Strategis Elektrifikasi
Public Relations Manager PT BYD Motor Indonesia Nathasya Natalia mengatakan, Surabaya dipilih karena menjadi salah satu kota strategis dalam pertumbuhan kendaraan elektrifikasi, khususnya di Jawa Timur. "Teknologi yang kami hadirkan bertujuan memberikan manfaat yang lebih luas dan bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari," ungkapnya.
Nathasya menegaskan, BYD mengusung misi menghadirkan inovasi yang mampu memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat melalui solusi mobilitas yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Ia menambahkan, sejak BYD memasuki pasar kendaraan penumpang Indonesia pada 2024, pangsa pasar kendaraan listrik nasional meningkat dari di bawah satu persen menjadi sekitar 20 persen pada kuartal I 2026.
"BYD kini telah memiliki lebih dari 91 ribu kendaraan yang beroperasi di seluruh Indonesia dengan pangsa pasar nasional melampaui 40 persen. Khusus di Jawa Timur, lebih dari 4.400 kendaraan BYD telah beroperasi dengan pangsa pasar juga melebihi 40 persen," tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....