ITPLN Hadirkan Scissor Lift Manual, Tingkatkan Keselamatan Kerja

  • 09 Jun 2026 00:58 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Institut Teknologi PLN menghadirkan Scissor Lift Manual bagi UMKM PT Kreasi Tiga Bola. Inovasi ini ditujukan meningkatkan keselamatan kerja dan efisiensi operasional teknisi meja biliar.

Program tersebut mengusung tema Penerapan Teknologi Scissor Lift untuk Keselamatan Kerja UMKM Servis Meja Biliar. Teknologi ini menjawab tingginya risiko cedera akibat pengangkatan material berat secara manual.

Ketua Tim PkM ITPLN, Arief Suardi Nur Chairat, menjelaskan alat dirancang untuk mengangkat batu slate. Komponen utama meja biliar itu memiliki berat mencapai 150 kilogram per keping.

"Kami merancang alat ini agar dapat digunakan mandiri tanpa sumber listrik," ujar Arief, Senin, 8 Juni 2026. Menurutnya, alat tersebut lebih adaptif untuk berbagai kondisi lapangan.

Pengembangan teknologi melibatkan dosen Teknik Industri dan Teknik Mesin ITPLN. Sejumlah mahasiswa turut berpartisipasi dalam proses perancangan hingga implementasi.

Tim menerapkan pendekatan User-Centered Design sejak tahap awal pengembangan. Tahapan meliputi survei, desain CAD, fabrikasi, pengujian, serta pendampingan K3.

Sebelum alat digunakan, pengangkatan batu slate dilakukan empat pekerja secara manual. Proses tersebut memerlukan waktu sekitar 15 hingga 20 menit setiap keping.

Setelah Scissor Lift Manual diterapkan, waktu pemosisian material menjadi kurang dari lima menit. Kebutuhan tenaga kerja juga berkurang dari empat orang menjadi dua operator.

Evaluasi tim menunjukkan efisiensi waktu meningkat hingga 75 persen. Risiko kerja juga menurun dari kategori sangat berbahaya berdasarkan standar NIOSH.

Pimpinan PT Kreasi Tiga Bola menilai inovasi tersebut memberi manfaat langsung. Alat membantu mengurangi cedera pekerja dan melindungi material bernilai tinggi.

Menurut Arief, Scissor Lift menggunakan sistem hidraulik manual berbasis Hukum Pascal. Tekanan kecil dari pedal kaki mampu mengangkat beban hingga 150 kilogram.

"Kami juga melengkapinya dengan roda caster modular," kata Arief. Fitur tersebut memudahkan manuver pada lorong arena biliar yang sempit.

Teknologi ini membuat teknisi bekerja lebih ergonomis dan aman. Kontak fisik langsung dengan beban berat juga dapat diminimalkan.

Tim PkM turut memberikan pelatihan SOP pengoperasian dan perawatan alat. Pemahaman teknisi mengenai K3 meningkat dari 40 persen menjadi 85 persen.

Ke depan, ITPLN akan mengembangkan sistem elektro-hidraulik berbasis baterai portabel. Platform alat juga dirancang lebih modular untuk berbagai sektor UMKM.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....