Dosen Unesa: Suksesi Kepemimpinan Dinilai Menentukan Masa Depan Pesantren

  • 26 Jun 2026 12:26 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Dr. Heri Cahyo Bagus Setiawan, M.SM. menyoroti pentingnya proses suksesi kepemimpinan dalam menjaga keberlanjutan pondok pesantren. Menurut dosen Manajemen Universitas Negeri Surabaya itu, regenerasi tidak hanya berkaitan dengan pergantian figur pemimpin.

Heri menjelaskan suksesi harus mampu menjaga nilai, legitimasi, dan keberlanjutan kelembagaan. Proses itu juga perlu menyiapkan pemimpin yang adaptif terhadap perubahan.

Penelitian yang dilakukan pada dua pesantren besar di Jawa Timur menunjukkan suksesi memiliki dimensi yang kompleks. Aspek tersebut meliputi kaderisasi, legitimasi sosial, hingga kemampuan manajerial penerus.

"Suksesi kepemimpinan di pesantren bukan hanya soal siapa yang menggantikan pemimpin sebelumnya," ujar Heri, Kamis, 25 Juni 2026. Menurutnya, kepemimpinan pesantren membutuhkan keseimbangan antara nilai keagamaan dan kemampuan mengelola organisasi.

Menurutnya, entrepreneurial leadership menjadi salah satu unsur penting. "Kepemimpinan pesantren ke depan memerlukan figur yang memiliki penerimaan sosial, legitimasi moral, kemampuan manajerial, dan entrepreneurial leadership," katanya.

Heri menilai pesantren merupakan organisasi berbasis nilai yang memiliki karakteristik berbeda dengan lembaga lainnya. Oleh sebab itu, proses regenerasi memerlukan pendekatan yang sesuai dengan budaya pesantren.

Ia mengatakan keberhasilan suksesi tidak cukup ditentukan hubungan genealogis. Kematangan pribadi, kapasitas kepemimpinan, dan legitimasi sosial juga menjadi faktor penting.

Selain itu, kesiapan kelembagaan dinilai berpengaruh terhadap keberlangsungan pesantren. Pemimpin baru harus mampu menjaga tradisi sekaligus merespons perubahan lingkungan.

Penelitian tersebut dilakukan melalui pendekatan multiple-case study. Dua pesantren dipilih karena dinilai berhasil mempertahankan keberlanjutan lintas generasi.

Menurut Heri, temuan itu memperlihatkan pentingnya praktik manajerial dalam proses regenerasi kepemimpinan. Nilai-nilai pesantren tetap menjadi fondasi utama dalam setiap tahapan suksesi.

"Keberlanjutan pesantren tidak hanya ditentukan penerusnya, tetapi juga kualitas proses suksesi yang dijalankan," ucapnya. Hasil penelitian diharapkan menjadi referensi bagi pengembangan ilmu manajemen, khususnya kepemimpinan organisasi berbasis nilai.

Temuan itu juga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pesantren dalam menyiapkan regenerasi kepemimpinan. Heri menyelesaikan penelitian tersebut sebagai bagian dari studi doktoralnya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga.

Ia dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan pada Ujian Terbuka Promosi Doktor. "Suksesi pesantren perlu ditempatkan sebagai upaya menyiapkan masa depan lembaga agar tetap bernilai, adaptif, mandiri, dan berkelanjutan," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....