Dosen Unesa Sulap Limbah Daun Nanas Jadi Material Kreatif
- 26 Jul 2026 12:34 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Daun nanas selama ini umumnya menjadi limbah setelah panen. Dosen Unesa mengembangkan seratnya menjadi material berkelanjutan untuk industri kreatif.
Riset tersebut dilakukan Inty Nahari, dosen Magister Industri Kreatif Fakultas Vokasi Unesa, melalui karya tekstil Barik. Penelitian memanfaatkan serat daun nanas Kelud sebagai material tekstil berbasis serat alam.
Menurut Inty, riset itu membuktikan material lokal mampu menjawab isu keberlanjutan dan pelestarian pengetahuan tradisional. Karyanya dipamerkan pada pameran internasional Becoming: Prakriti–Pustaka–Padma di ARMA, Bali.
Nama Barik berarti garis dalam bahasa Jawa dan menggambarkan susunan serat daun nanas. Setiap serat merekam kondisi lingkungan tempat tanaman tumbuh.
"Ketidakteraturan tersebut tidak saya pandang sebagai kekurangan, tetapi sebagai rekaman alami lingkungan," ujar Inty, Sabtu, 25 Juli 2026. Ia mempertahankan tekstur, warna, dan ketebalan alami setiap serat.
"Pertemuan pola tenun teratur dan karakter alami serat menghasilkan permukaan tekstil yang unik," ucapnya. Teknik tenun kluwung membuat setiap karya sulit direplikasi secara identik.
Penelitian dimulai sejak 2023 dengan mengeksplorasi daun nanas madu Kelud sebagai bahan tenun ATBM. Kajian kemudian berkembang pada berbagai serat alam di lereng Gunung Kelud.
"Serat daun nanas Kelud dapat membicarakan isu keberlanjutan, limbah pertanian, dan pengetahuan tradisional," katanya. Inty berharap riset membuka peluang produk kreatif serta kolaborasi petani, perajin, industri, dan pemerintah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....