Profesor ITS Ubah Limbah Aluminium Menjadi Sumber Energi Hijau

  • 15 Jun 2026 20:56 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Guru Besar ke-237 ITS, Prof. Dr.-Ing. Doty Dewi Risanti, mengembangkan energi ramah lingkungan dari limbah aluminium. Inovasi tersebut memanfaatkan limbah aluminium untuk menghasilkan listrik melalui produksi gas hidrogen.

Menurut Doty, sumber energi konvensional menimbulkan berbagai dampak ekologis. Ketergantungan pada bahan baku primer juga mempercepat deplesi sumber daya dan menghasilkan limbah industri.

“Daur ulang yang tidak optimal menyebabkan penurunan kualitas material yang seharusnya dapat dikelola lebih efektif,” ujarnya, Senin, 15 Juni 2026. Melalui proses fisika-metalurgi, limbah aluminium diubah menjadi gas hidrogen untuk menghasilkan listrik.

Teknologi ini mendukung siklus energi tertutup dengan prinsip ekonomi sirkular. “Penggunaan ulang material tidak menurunkan kualitas dan bahkan mampu meningkatkan kualitasnya,” kata Doty.

Doty memilih aluminium karena memiliki kerapatan energi tinggi dan tersedia melimpah secara global. Material tersebut juga dapat didaur ulang secara berkelanjutan.

Menurutnya, Indonesia berpeluang bertransformasi menuju sistem daur ulang sirkular yang lebih maju. Transformasi itu dilakukan dengan memanfaatkan unsur logam yang selama ini belum termanfaatkan optimal.

Prinsip utama teknologi ini adalah reaksi aluminium dengan air untuk menghasilkan hidrogen. Tantangannya terletak pada lapisan oksida alumina yang menghambat pelepasan energi.

Untuk mengatasinya, dilakukan modifikasi permukaan aluminium dan pengendalian proses reaksi. Langkah tersebut juga didukung pemodelan termodinamika pada temperatur dan tekanan tinggi.

“Hal tersebut dilakukan guna meningkatkan efisiensi produksi,” kata Kepala Laboratorium Material Fungsional Maju ITS itu. Selain meningkatkan efisiensi, pengendalian proses bertujuan menjaga kestabilan produksi hidrogen.

Doty menggunakan metode co-solvent untuk mengendalikan lonjakan temperatur selama reaksi. “Co-solvent berfungsi sebagai regulator termal alami agar produksi hidrogen tetap stabil dan terkontrol,” ujarnya.

Penelitian ini melibatkan University of Exeter, Universitas Kristen Petra, Aeramine Ltd, Gringgo Indonesia, dan PLN Nusa Power. Kolaborasi tersebut mendukung pengembangan teknologi menuju tahap implementasi yang lebih luas.

Inovasi ini sejalan dengan tujuan SDGs tentang energi bersih dan inovasi industri. Doty berharap prinsip sirkularitas semakin diperhatikan dalam pengelolaan dan daur ulang material.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....